Baru Saja Dilantik, Pengurus DPP Santo Mikael Nita Diminta Siap Terima Cemoohan

kesombongan yang terus berkembang hanya menjadi tanda perlawanan kepada perintah Allah.

Baru Saja Dilantik,  Pengurus DPP Santo Mikael Nita Diminta Siap Terima  Cemoohan
POS KUPANG/EUGENIUS MOA
Pengurus DPP Gereja Santo Mikael Nita menerima Rosario dari Pastor Paroki Nita, RD Stefanus Lebuan (kanan), dan Vikjen Keuskupan Maumere, RD. Ewaldus Sedu (kiri) dalam misa peresmian DPP di Gereja Nita, Minggu (4/3/2018). 

Laporan  Wartawan   Pos Kupang.Com, Eginius Mo’a

POS KUPANG.COM,MAUMERE - Badan Pengurus  Dewan Pastoral Paroki   (DPP)  Gereja   Santo  Mikael Nita, Kabupaten  Sikka, dikukuhkan Vikjen Keuskupan Maumere,   RD  Ewaldus  Sedu, Minggu  (4/3/2018).

Usai pengukuhan, Romo Ewal mengatakan, dengan adanya pengukuhan tersebut para pengurus mengembang tugas  sebagai  sebagai   DPP   harus  siap  selalu menerima  cemoohan, cibiran dan  penolakan.

“Tugas  seorang pengurus  DPP mulai  dari  pastor paroki, pengurus  inti,  seksi-seksinya sampai  ke  KUB,  KBG, stasi adalah membangun relasi  yang harmonis kepada  Allah dan sesama.

Kita semua dipanggil untuk  menjaga tatanan  hidup bersama yang lebih  baik dan  sejahtera,” ujar RD  Ewal  dalam kotbah  pelantikan.

Ia menegaskan, kesombongan  yang  terus berkembang  hanya menjadi  tanda perlawanan  kepada perintah Allah.

Pemimpin yang jujur, lurus bersahaja dan melayani kadang menjadi  bahan  cemoohan, olokan cibiran  dari  orang-orang yang tidak suka  akan  kejujuran, kebaikan, keadilan dan perdamaian.

“Ada   banyak  tuntutan kepada kepempinan, bahkan  ia menjadi  cemoohan ketika  gagal mencapai  target  program,”   wanti-wanti   RD  Ewaldus.

RD   Ewal menititipkan   tiga pesan   yang harus  diperjuangkan pengurus DPP  masa  bakti 2008-2023 dipimpin Pasto Paroki  Santo Mikael  Nita, RD.  Stefanus Lebuan.

Pertama,  menjadikan  Salib  Kristus sebagai  inspirasi dan semangat dalam karya pelayanan. 

Salib  adalah  rahmat  yang mengagumkan,  sebab mengembangan  tugas  DPP tidak mudah, kadang kita mengalami penolakan, tetapi  jadikan  itu  sebagai salib kehidupan  kita.

Kedua, memperjuangkan  kehidupan yang baik dan benar dalam  kehidupan menggereja di  KBG, stasi dan  paroki  dengan mempedomani 10 perintah Allah sebagai  inspirasi dan motivasi berkarya.

Ketiga, Paroki Nita, adalah bagian penting dari sejarah  Keuskupan Maumere, karena  itu harus turut ambil  bagian  dalam  kehidupan gereja  yang hidup,  mandiri dan menyelamatkan. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved