Felix Nuwa Minta Hadirkan Poskamling di Kawasan Bukit Cinta

Dengan kondisi wilayah yang sangat gelap, membuat oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan pemalakan terhadap warga yang melintas.

Felix Nuwa Minta Hadirkan Poskamling di Kawasan Bukit Cinta
POS KUPANG.COM
Perlu dibangun poskamling di kawasan Bukit Cinta, Penfui Timur. 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Edy Hayon

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Tokoh masyarakat di RT 10, Desa Penfui Timur, Kabupaten Kupang, Felix Nuwa mengakui kalau kawasan Bukit Cinta memang sudah lama cukup rawan.

Dengan kondisi wilayah yang sangat gelap, membuat oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan pemalakan terhadap warga yang melintas.

Untuk itu, langkah yang harus dilakukan adalah penyediaan penerangan jalan di kawasan ini dan juga pos keamanan lingkungan (psokamling) untuk membantu aparat kepolisian.

Ketika ditemui Pos Kupang di kediamannya, Senin (22/1/2018), Felix Nuwa menjelaskan, kejadian pemalakan terhadap warga di kawasan Bukit Cinta bukan baru terjadi saat ini.

Para warga yang melepas lelah dengan duduk di punggung Bukit Cinta selama ini selalu mendapatkan teror dari oknum yang tidak bertanggung jawab dengan merampas handphone atau meminta uang.

Bahkan sampai melakukan tindakan kekerasan terhadap para remaja yang duduk di Bukit Cinta.

Untuk itu, katanya, langkah yang harus dilakukan adalah aparat keamanan harus terus melakukan patroli termasuk berkoordinasi dengan aparat desa untuk membangun poskamling.

"Kasihan para remaja yang karena datang untuk menyaksikan pemandangan alam, harus menjadi korban. HP dan uang orang yang tidak bertanggung jawab dirampas. Saya lihat seperti ada jaringan dari oknum pemalak itu. Saya ini selalu gembala kambing di kawasan ini, jadi hafal muka-muka yang suka intai orang di Bukit Cinta," katanya.

Menurut pria asal Nagekeo ini, langkah yang harus dilakukan juga perlu ada penerangan jalan. Selama ini kawasan bukit cinta gelap gulita, dan ini sangat rawan untuk warga yang melintasi areal tersebut.

Banyak mahasiswi atau pelajar yang melintasi daerah ini pada jam malam setelah habis kuliah atau sekolah dengan berjalan kaki.

Hal ini tentu membuat pejalan kaki sangat was-was. Jika ada penerangan jalan dan poskamling maka bisa membantu warga agar tidak cemas.

"Kejadian bukan baru sekarang, sudah lama pemalakan. Tapi karena korban takut melapor ke polisi makanya para pelaku bebas berkeliaran memalak orang.

Ada yang merampas motor, ada yang palak minta uang bahkan rampas HP. Untuk anak-anak di kawasan ini tidak melakukan hal-hal negatif, yang melakukan itu orang dari luar.

Makanya kalau mereka yang sudah polisi tangkap sebaiknya kasih tunjuk muka di televisi supaya rekan-rekannya yang hobi palak orang bisa bertobat," pinta Felix.(*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved