Trans Utara Flores Putus Total

Hujan deras pada Kamis ( 11/1/2018) lalu telah mengakibatkan longsor di sejumlah lokasi di jalur Trans Utara Flores.

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Agustinus Sape
POS KUPANG/ADIANA AHMAD
Jembatan Raterunu 1 di Trans Utara Flores tepatnya di Desa Tendakinde, Wolowae, Kabupaten Nagekeo nyaris roboh diterjang banjir Kamis pekan lalu. Gambar diambil Rabu (17/1/2018). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM | MBAY - Hujan deras pada Kamis ( 11/1/2018) lalu telah mengakibatkan longsor di sejumlah lokasi di jalur Trans Utara Flores.

Salah satu lokasi longsoran berada di Eko Ae, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende.

Akibatnya lalulintas barang dan jasa di jalur Trans Utara Flores putus total.

Kepala Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Ferdinandus Gani, yang ditemui di Kaburea, Rabu (17/1/2018), mengatakan, akibat longsoran itu sudah seminggu lalu lintas barang dan jasa di Trans Flores putus atau terhambat.

Baca: Mulai Bertugas sebagai Kapolres Lembata, Janes Simamora Diserahi Parang dan Tombak

Banyak kendaraan yang melintasi jalur tersebut terpaksa dialihkan melalui Trans Selatan Flores.

"Dari jarak tempuh jelas sangat jauh," katanya.

Selain di Eko Ae, Kabupaten Ende, hujan deras pada Kamis malam mengakibatkan banjir di Kali Raterunu, Desa Tenda Kinde, meluap.

Baca: Ditonton 14 Juta Kali, Marion Jola Akui Jika Dirinya di dalam Video Itu

Akibatnya, Jembatan Raterunu 1 senilai Rp 908.802.000 yang menghubungkan Trans Utara Flores roboh.

Jembatan yang dikerjakan CV Anugerah Cipta Jaya Ende tahun anggaran 2015 itu rusak berat dan nyaris tak dapat dilewati.

Longsor di Eko Ae, Wewaria,Kabipaten Ende mengakibatkan lalu lintas kendaraan dan arus transportasi di Trans Utara Flores putus total. Gambar diambil Rabu (17/1/2018)
Longsor di Eko Ae, Wewaria,Kabipaten Ende mengakibatkan lalu lintas kendaraan dan arus transportasi di Trans Utara Flores putus total. Gambar diambil Rabu (17/1/2018) (POS KUPANG/ADIANA AHMAD)

Banjir telah merobohkan abudmen jembatan dan mengakibatkan bagian jembatan sebelah barat turun sekitar lima sentimeter.

Sebagian bangunan jembatan bahkan sudah jatuh ke sungai.

Kepala Desa Tendakinde, Ferdinandus Gani mengatakan, selain karena diterjang banjir, konstrukai jembatan memang tidak kuat.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved