Mana yang Lebih Sehat, Makan Cepat atau Lambat? Berikut Penjelasan Ahli

Jika makan terlalu cepat, sulit bagi otak untuk merasakan kapan kita sudah cukup kenyang.

Apollo Pharmacy
Ilustrasi makan cepat 

Mereka mengumpulkan 1000 relawan dengan usia rata-rata 51 tahun.

Relawan diklasifikasikan berdasarkan kebiasaan makan masing-masing: lambat, normal, dan cepat.

Baca: Ngeri! Mencoba Menjahit Mulut Ular Kobra dengan Jarum dan Benang, Pria Ini Alami Hal Tak Terduga

"Dan apa yang kami temukan setelah lima tahun, orang yang terbiasa makan cepat sebenarnya membuat berat badannya bertambah lebih, menambah besar perut, dan menaikkan gula darah mereka," terang Dr Bhargava.

Secara persentase, makan terlalu cepat menyumbang 11 persen terjadinya sindrom metabolik.

Melansir alodokter.com, sindrom metabolik adalah istilah kedokteran untuk menggambarkan kombinasi dari sejumlah kondisi, yaitu hipertensi (tekanan darah tinggi), hiperglikemia (kadar gula darah tinggi), hiperkolesterolemia (kadar kolesterol tinggi), dan obesitas, yang dialami secara bersamaan.

Kondisi ini, jelas Dr Bhargava dapat memicu penyakit kronis pada jantung (heart disesase) dan diabetes.

Baca: Suami Gugat Cerai Istri Dengan Tuduhan Telah Melahirkan Anak-Anak Seperti Kelinci!

Dr Bhargava menjelaskan lebih lanjut, alasan mengapa orang-orang makan cepat lantaran aktivitas mengunyah terjadi tanpa perlu berpikir.

"Ketika kalian menonton film, kalian bisa menghabiskan banyak keripik, jadi kalian secara tidak langsung menelan banyak kalori juga," katanya.

Halaman
123
Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Efrem Limsan Siregar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved