Senin, 13 April 2026

Wakil Bupati Flotim Tantang Orang Muda Boru Olah Dua Hektar Kebun Singkong

Ini alasannya mengapa Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli tantang pemuda Boru

Penulis: Felix Janggu | Editor: Marsel Ali
Istimewah
Wakil Bupati Flotim Agustinus Payong Boli meninjau produk unggulan petani Boru Wulanggitang di sela peluncuran Gong Kreasi Orang Muda Kamis (7/12/2017) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Pemuda Dusun Riangwulu, Desa Boru Kecamatan Wulanggitang Flores Timur meluncurkan "Gong Kreasi Orang Muda" Kamis (7/12/2017).

Gong Kreasi Orang Muda sebagai unjuk eksistensi orang muda Boru dalam mendukung program pembangunan di Flotim.

Mereka mengundang motivator orang muda asal Witihama Adonara, Kamilus Tupen Jumat dan wakil Bupati Flotim Agustinus Payong Boli atau Agus Boli.

Agus Boli menantang orang muda Boru untuk berkreasi di kebun dengan mengoptimalkan pengelolaan lahan yang masih tidur.

"Lahan tidur kita masih cukup luas dan banyak. Namun kreasi kita untuk mengolah dan memanfaatkan sebagai solusi untuk memperbaiki perekonomian keluarga belum begitu nampak," kata Agus Boli.

Agus Boli menantan orang muda Boru untuk mengolah cukup satu hektar saja lahan untuk ditanam berbagai umbi-umbian.

Ia menyerahkan dana stimulus kepada orang muda Boru sebesar Rp.5 Juta dan berjanji hasil pertanian yang diolah pemuda akan dibelinya.

"Peluang ekonomi di kebun dengan memanfaatkan lahan kosong sangat menjanjikan untuk perbaikan ekonomi," kata Agus Boli.

Terang Agus Boli jika orang muda mampu memanfaatkan satu hektar saja lahan kosong dengan menanam ubi, banyak pakan ternak bisa dihasilkan.

"Jika pakan ternak tersedia, peluang usaha terdekat adalah beternak hewan. Ternak kambing, babi, dan ayam. Itu semua usaha potensial di desa," kata Agus Boli.

Agus Boli mengatakan sudah saatnya anak muda Flotim mandiri. Tidak tergantung kepada orang tua.

"Jika anda gengsi menjalankan pekerjaan ini, maka hidup anda tidak akan bergengsi,"kata Agus Boli disambut tepuk tangan warga.

Ia berpesan bahwa para petani wajib menghargai tanah, menghargai hasil alam, menghargai hidup dan kehidupan.

Kamilus Tupen Jumat mengatakan, pekerjaan petani adalah pekerjaan yang mulia dan bermartabat.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved