Bos Yayasan Sumber Waras Ternyata Orang Terkaya di Indonesia
Arini merupakan Presiden Direktur PT Tri Nur Cakrawala, PT Pandu Alam Persada, dan PT Persada Capital Investama.
POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Majalah Forbes baru-baru ini merilis daftar orang- orang terkaya di Indonesia bertajuk Indonesia's Rich List.
Di dalam daftar tersebut terdapat dua orang wanita yang merupakan wanita terkaya di Indonesia.
Arini Sarraswati Subianto (46), menjadi wanita terkaya di Indonesia.
Dia berada di peringkat 37 daftar 50 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai 820 juta dolar AS atau setara Rp 11,07 triliun dengan asumsi Rp 13.500 per dollar AS.
Menurut Forbes, kekayaannya Arini berasal dari minyak sawit dan batu bara.
Baca: VIRAL: Siswa SMP Rindi Umalulu Tewas Dibunuh Teman-temannya? Begini Curhat Sang Ayah
Arini merupakan Presiden Direktur PT Tri Nur Cakrawala, PT Pandu Alam Persada, dan PT Persada Capital Investama.
Ia memperoleh gelar sarjana pada tahun 1994 dari Parsons The New School for Design, AS dan gelar MBA pada tahun 1998 dari Graduate School of Business at Fordham University.
Ia pun merupakan putri dari pengusaha Benny Subianto.
Sang ayah, yang merupakan pemegang saham PT Adaro Energy Tbk, wafat pada Januari 2017 lalu.
Selain Arini, wanita yang masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia adalah Kartini Muljadi (87).
Forbes mengestimasikan kekayaannya mencapai 680 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 9,1 triliun.
Kartini memiliki latar belakang hukum, pernah menjadi hakim, dan mendirikan biro konsultan hukum Muljadi&Rekan.
Ia adalah lulusan Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Universitas Indonesia.
Kartini memperoleh gelar sarjana pada tahun 1958 silam.
Kartini pun merupakan pebisnis, serta anak-anaknya pun berkecimpung sebagai pengusaha.
Baca: BREAKING NEWS: Sepasang Kekasih DPO Kasus Pembunuhan Ditangkap di Pulau Semau
Ia memiliki saham pada PT Tempo Scan Pacific Tbk.
Kartini Mulyadi juga terlibat dalam heboh pembelian tanah Sumber Waras yang dilakukan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Ketua Yayasan Kesehatan Sumber Waras ini juga pernah diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (19/4/2016).
Dia dimintai keterangan sehubungan dengan kasus pengadaan tanah RS Sumber Waras.
Sekedar informasi, sejak September 2015 KPK telah menaikan status kasus pengadaan tanah RS Sumber Waras masuk ke tahap penyelidikan.
Sekitar 3 bulan setelahnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merampung audit investigasi untuk kegiatn milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini. (Sakina Rakhma Diah Setiawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/arisni-sarraswati-subianto_20171204_162843.jpg)