Kepala Badan Pendapatan Daerah TTS Masuk Keluar Rumah Warga, Ternyata Ini yang Dikejar
Selain Aba, sekretaris dan pejabat eselon 3 pada Bapenda TTS pun melakukan hal yang sama.
Penulis: omdsmy_novemy_leo | Editor: Agustinus Sape
Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Novemy Leo
POS-KUPANG.COM | SOE – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten TTS, Aba L Anie, SH harus door to door atau masuk dari rumah ke rumah warga untuk ‘mengejar’ alias menagih Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2017.
Selain Aba, sekretaris dan pejabat eselon 3 pada Bapenda TTS pun melakukan hal yang sama.
Aba menjelaskan, target PBB tahun 2017 setelah perubahan dokumen yang dikeluarkan dalam bentuk SPPT sebanyak 164.453 SPT dengan nilai sebesar Rp 3.000.196.737 dan realisasi sampai 30 Oktober sebesar Rp 2.753.548.434 atau sebesar 91,64 persen. Sisa tunggakan Rp 250.832.621.
“Sisa tunggakan PBB itu bisa kami realisasikan sampai akhir tahun 2017. Agar bisa capai target PBB, maka kami pakai sistem jemput bola. Pejabat eselon 2, 3 dan 4 di Bapenda TTS turun lapangan masuk dari rumah ke rumah warga."
"Saya saja turun ke wilayah Kecamatan Kota SoE. Saya juga turun lapangan untuk motivasi teman-teman agar mereka bisa bekerja maksimal mengejar target,” aku Aba, Kamis (9/11/2017) siang.
Aba menjelaskan, pembayaran PBB TTS sudah jatuh tempo tanggal 31 Oktober 2017 lalu. Karenanya yang membayar di atas tanggal 31 Oktober akan dikenai denda sebesar 2 persen perbulan dari pokok penetapan.
Menurut Aba, saat mendatangi warga di rumah, pihaknya tidak ‘arogan’, namun secara santun meminta warga segera melunasi PBB.
“Kami akan katakan bahwa, karena bapak sibuk, maka kami yang datang untuk mengambil pajak PBB,” kata Aba.
Lebih lanjut dikatakan Aba, target umum PAD untuk Bapenda TTS tahun 2017 sebesar Rp 7.096.874.276 terdiri dari pajak, retribusi daerah dan lain-lain PAD yang sah. Total realisasi hingga 8 Nobember 2017 yang sudah disetor ke kas daerah melalui BRI sebesar Rp 6.869.892.923 atau sekitar 96,80 persen.
“Dalam perubahan anggaran ada kenaikan target sebesar Rp 190 juta sehingga menjadi Rp 7.286.874.276 dan realisasi setelah perubahan sudah mencapai angka Rp 6.869.892.923 atau 94,28 persen. Sekarang kami tinggal mengejar sisanya sebesar Rp 416.981.353 dan kami optimis pada bapenda bisa terealisasi akhir tahun 2017 ini,” kata Aba.
Menurut Aba, cara door to door itu sangat efektif mengejar target PBB dan PAD Bapenda TTS. Terbukti sudah dua tahun terakhir, realisasi target PAD Bapenda TTS mengalami kenaikan. Tahun 2016 lalu realisasi target mencapai 92 persen, padahal tahun sebelumnya hanya 70 persen.
“Saya yakin tahun ini realisasi target juga meningkat,” kata Aba. (*)