Antar Pulau Sapi Asal NTT Mencapai 58.230 Ekor

Ini penjelasan dari Kepala Dinas Peternakan NTT Dani Suhadi terkait dengan antar pulau sapi asal NTT

Antar Pulau Sapi Asal NTT Mencapai 58.230 Ekor
POS KUPANG/HERMINA PELLO
Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Dani Suhadi 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Antar pulau ternak sapi sampai dengan minggu pertama bulan November ini sudah mencapai 58.230 ekor.

Demikian, Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Dani Suhadi yang dikonfirmasi Selasa (7/11 /2017).

Dia mengatakan, untuk dari quota yang ditetapkan untuk sapi sebanyak 66..300 ekor masih sekitar 7000 ekor lagi.

Terkait dengan permintaan keluar daerah menjelang Natal ini memang tetap ada, tetapi dinas masih antisipasi dengan persediaan yang masih ada karena ada 7000 ekor ini.

"Sambil kita menunggu ada permintaan dari kabupaten menambah jumlah pengiriman ke luar NTT. Permintaan untuk menambah ini dari kabupaten Kupang, TTS, Ngada, Manggarai, Malaka dan Sumba Timur. Mengenai kapal yang akan mengangkut ternak antar pulau, kata Dani Suhadi, dari hasil perbincangan dengan kementrian perhubungan sebenarnya yang sedang dibangun oleh kementrian perhubungan ada 5, tetapi untuk NTT ada 2 unit. Ada tawaran tambah satu," jelasnya.

Sapi asal Nagekeo yang akan  dikirim ke Kalimabtan Selatan melalui Pelabuhan Maropokot-Mbay, Rabu (30/8/2017).
Sapi asal Nagekeo yang akan dikirim ke Kalimabtan Selatan melalui Pelabuhan Maropokot-Mbay, Rabu (30/8/2017). (POS KUPANG/ADIANA AHMAD)

Direncanakan kapal tersebut standby di Kupang di Pelabuhan Tenau dan satu lagi diarahkan untuk masuk lewat pelabuhan Wini dan Atapupu sesuai dengan kebutuhan dan Waingapu serta untuk bagian utara Flores.

Diperkirakan dua kapal itu mulai operasi pada bulan Maret 2018. Tapi tergantung dari kesiapan dari kementrian perhubungan yang akan melakukan tender ulang dengan operator, tetapi biasanya disesuaikan dengan anggaran yang sudah di tetapkan atau belum.

Mengenai Kapal Camara Nusantara 1 yang selama ini melayani pengangkutan ternak, Dani Suhadi mengatakan, saat ini kapal itu sedang docking selama 20 hari jadi kemungkinan masuk di NTT sekitar tanggal 7 atau 8 November dan saat ini sudah pelayaran yang ke 16.

"Dalam tahun ini paling tinggi 20 atau 22 pelayaran selama . Tahun lalu ada 23 pelayaran, tahun ini sudah angkut 7.500 ekor dan dibandingkan dengan kapal biasa dia jauh lebih murah 50 persen," katanya.

sekretaris dinas
Sekretaris Dinas Perhubungan NTT, Yos Rasi

Secara terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Yos Rasi didampingi Kabid Kepelabuhanan, Mahadin Sibarani dan Kabid Angkutan pelayaran, Simon Nitbani mengatakan, dinas perhubungan telah mengetahui adanya penambahan dua unit kapal untuk angkut ternak.

"Kapal itu akan dikelola oleh Kepala satuan operasi pelabuhan dalam hal ini Pelni pusat,"katanya.

Menurutnya, ada lima kapal yang dibuat dan dua kapal untuk NTT. Duakapal ini untuk di Waingapu dan Atapupu.

Kita mendukung apa yang dilakukan pemerintah pusat. Karena dengan menggunakan kapal ini harganya lebih murah karena ada subsidi. Dinas hanya koordinasi saja," katanya. (*)

Penulis: Hermina Pello
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved