Kamis, 23 April 2026

Pasca Bencana Gempa Bumi di Lembata, Warga Dua Desa Agar Direlokasi

Bebatuan di dua desa tersebut, kata Praponco, relatif padat. Tapi bebatuan itu berada di atas tanah tumpang.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Agustinus Sape
Tagana
Gempa di Lembata, Selasa (10/10/2017) 

“Masyarakat sudah bisa pulang. Mulai tanggal 17 Oktober, pemerintah akan membantu masyarakat untuk pulang ke desa masing-masing. Kalau ada warga yang kembali, silahkan menghubungi petugas,” ujarnya.

Pesan Wabup Thomas itu mengemuka dalam rapat di Kantor BPBD Kabupaten Lembata, Minggu (15/10/2017) malam. Ia mengungkapkan itu setelah mendengar pemaparan tim lapangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang meneliti gempa dan aktivitas gunung api di Lembata.

Dia mengatakan, rekomendasi tim dari Jakarta telah membolehkan masyarakat untuk kembali. Hal ini tentunya harus disampaikan terlebih dahulu kepada masyarakat, sehingga mereka tahu dan meresponsnya.

Pemerintah, lanjut dia, tidak bisa memaksa agar masyarakat kembali ke kampung masing-masing. Yang dilakukan sekarang, adalah meyakinkan masyarakat bahwa gempa telah melemah sehingga masyarakat sudah bisa pulang.

Yang jadi masalah adalah anak-anak dan kegiatan pendidikan di sekolah. Untuk hal ini, pihaknya belum bisa mengambil keputusan.

Apakah untuk sementara anak-anak di pengungsian dititipkan sementara di sekolah terdekat ataukah bagaimana.

Wabup Thomas mengatakan, akan segera mengambil keputusan dalam waktu dekat. “Nanti saya akan sampaikan seperti apa langkah yang kita ambil terhadap anak-anak yang masih mengungsi,” ujarnya saat menutup rapat itu sekitar pukul 21.00 Wita. (*)

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved