Selasa, 21 April 2026

Robert Soter Marut

Dari Teknisi Pesawat Tempur Menjadi 'Teknisi' Flobamorata

Sekali melangkah maju, pantang untuk mundur. Itulah komitmen Robert selama mengikuti pendidikan kemiliteran.

Editor: Benny Dasman
ISTIMEWA
Marsda TNI (Purn) Robert Soter Marut, M.Sc 

Tugas sebagai Technical Representative di pabrik pembuat pesawat tempur canggih, Hawk, adalah untuk menjamin hasil produksi sesuai dengan Technical Specification yang diinginkan TNI Angkatan Udara. Tugas ini dilaksanakan selama delapan bulan bersama para ahli berkebangsaan Inggris di British Aerospace.

Setelah tuntas melaksanakan tugas di Inggris, Robert harus kembali ke tanah air untuk melaksanakan pendidikan Sekolah Staf Komando Angkatan Udara (SESKOAU) di Lembang, Bandung, tahun 1997/1998.

Setelah menyelesaikan Pendidikan SESKOAU, Robert diangkat menjadi Komandan Skadron Teknik 045 di Lanud Pekanbaru, bertugas memelihara Pesawat Hawk Mk-109/209 agar selalu siap operasional. Kemudian menjadi Kepala Dinas Logistik Lanud Pekanbaru sampai tahun 2002.

Pada tahun 2002 itu juga Robert mendapat kesempatan melaksanakan pendidikan Sekolah Staf dan Komando Gabungan (SESKOGAB) yang saat ini menjadi SESKO TNI. Pada saat yang sama Robert mendapat surat keputusan menjadi Dosen dan Perwira Penuntun di SESKOAU Lembang Bandung.

Pada masa sebagai dosen tersebut, Robert juga ditugaskan untuk menjadi Sekretaris Proyek Pengadaan Pesawat Hawk Mk-209 Batch II. Pada saat menjadi dosen inilah Robert mendapat kenaikan golongan dan pangkat menjadi Kolonel.

Setelah bertugas sebagai dosen selama dua tahun, Robert diangkat menjadi Kasubdisbinproftek. Tugasnya mengadministrasikan pendidikan dan penempatan personel korps teknik dibawah Kepala Dinas Aeronautika Angkatan Udara. Di Dinas Aeronautika Angkatan Udara, Robert menjabat tiga jabatan berturut-turut yaitu sebagai Kasubdisbinproftek, Kasubdispeslatu (pesawat latih utility) dan Kasubdispespur (pesawat tempur).

Pada akhir tahun 2008, Robert pindah tugas menjadi Direktur Personel di Mako Koharmatau (Komando Pemeliharaan Materiel Angkatan Udara). Jabatan ini diembannya hanya 6 bulan karena diberi tugas belajar di National Institute for Defence Studies (NIDS) setara LEMHANAS di Tokyo, Jepang, selama 10 bulan. Setelah kembali ke tanah air, Robert ditugaskan sebagai Sekretaris Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara (DISLITBANGAU) di Bandung.

Penugasan sebagai Sekretaris DISLITBANGAU dijalankan selama 6 bulan, kemudian dipindahtugaskan menjadi Perwira Pembantu (Paban) III/Aero Staf Logistik Angkatan Udara sampai akhir tahun 2011 dan juga ditugaskan sebagai Kepala Proyek Pengadaan Pesawat Tempur Taktis Super Tucano dari Brazil.

Pada tahun yang sama, KASAU mengangkat Robert sebagai Perwira Tinggi Sahli KASAU Bidang Strategi Pertahanan. Robert bertugas sebagai Pati Sahli KASAU Bidang Strategi Pertahanan selama enam bulan, kemudian KASAU menunjuk Robert menjadi Kepala Dinas Materiel Angkatan Udara, yang bertugas menerima, menyimpan, mendistribusikan semua materiel Angkatan Udara yang dibeli, serta mengadministrasikannya sebagai aset negara.

Di sini Robert membuat aplikasi digital untuk pengelolaan materiel Angkatan Udara secara terintegrasi mulai dari MABESAU sampai pengguna paling depan yaitu Skadron Udara. Aplikasi tersebut disebut Integrated Logistic Support Management System (ILSMS), yang mengintegrasikan semua kegiatan pemeliharaan dan pembekalan materiel untuk mendukung transparansi proses dan data valid terhadap dukungan logistik semua pesawat Angkatan Udara.

Robert ditugaskan sebagai KADISMATAU selama 1 tahun 4 bulan, kemudian ditugaskan sebagai Kepala Dinas Aeronautika Angkatan Udara (KADISAEROAU), yang bertugas menyiapkan seluruh pesawat Angkatan Udara dan Amunisi serta Alat Pendukungnya dan Pembinaan Personel Korps Teknik. Jabatan Kadisaeroau dijalankan selama 4 bulan.

Pada tahun 2015, KASAU mengangkat Robert menjadi Komandan KOHARMATAU, jabatan Bintang Dua. Sebagai Komandan KOHARMATAU, Robert bertugas memelihara semua pesawat Angkatan Udara dan melaksanakan pemeliharaan tingkat berat, baik berupa overhaul pesawat maupun komponennya serta menyiapkan amunisi. Di samping itu, membantu satuan pemeliharaan di Lanud-Lanud apabila perlu penanganan engineering dan perbaikan besar.

Tujuh satuan Depo Pemeliharaan yang melaksanakan tugas di bawah komando KOHARMATAU antara lain: (1) Depo Pemeliharaan 10 di Bandung yang merawat dan memelihara Pesawat Angkut, Helikopter dan Pesawat Latih. (2)Depo Pemeliharaan 20 di Lanud Iswahjudi Madiun yang bertugas memelihara peralatan Avionic semua Pesawat dan Alat Ukur Presisinya. (3) Depo Pemeliharaan 30 berkedudukan di Lanud Abdulrachman Saleh Malang yang bertugas memelihara pesawat Tempur, Angkut dan Engine C-130 Hercules.

(4) Depo Pemeliharaan 40 berkedudukan di Lanud Sulaiman Bandung yang bertugas memelihara simulator dan peralatan elektronik pendukung operasi setiap Pangkalan Udara. (5) Depo Pemeliharaan 50 berkedudukan di Lanud Adi Sumarmo Solo yang bertugas memelihara Radar darat dan menjamin kesiapan Radar Angkatan Udara dapat bekerja selama 24 jam.

(6) Depo Pemeliharaan 60 berkedudukan di Lanud Iswahjudi Madiun yang bertugas menjamin kesiapan Rudal, dan amunisi baik kualitas maupun kuantitas untuk mendukung kesiapan operasi Angkatan Udara. (7) Depo Pemeliharaan 70 berkedudukan di Lanud Sulaiman Bandung yang bertugas menjamin kesiapan peralatan dukungan keamanan dan keselamatan terbang, Ground Support Equipment dan Produksi Oksigen untuk dukungan penerbangan dan Rumah Sakit.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved