KP3 Laut Maropokot Gagalkan Pengiriman 100 Ekor Sapi ke Banjarmasin

Sapi-sapi tersebut belum diambil sample darahnya sebagai prasyarat pengantarpulauan ternak.

KP3 Laut Maropokot Gagalkan Pengiriman 100 Ekor Sapi ke Banjarmasin
POS KUPANG/ADIANA AHMAD
Ratusan ekor sapi di Pelabuhan Maropokot yang hendak dikirim ke Banjarmasin, Jumat (23/9/2017), digagalkan KP3L Maropokot karena dokumennya bermasalah. 

Syukur mengungkapkan, pada awal Agustus lalu UD Harapan Kasih mengajukan permohonan pengambilan sampel darah 200 ekor sapi.

Sementara sapi yang akan dikirim saat itu baru 100 ekor. Dengan permintaan pemilik sapi dan penyedia jasa pengantarpulauan yernak di daerah itu, dari 100 ekor sapi diambil 200 tabung (dua tabung per ekor), dengan alasan 100 ekor yang akan dikirim kemudian tidak harus diambil sampel darahnya lagi.

"Kita keluarkan surat persetujuan muat dan surat kesehatan hewan berdasarkan dokumen yang penyedia jasa masukan ke Karantina seperti SKHH dari Dinas Peternakan Nagekeo, Izin masuk dari daerah tujuan, SIP (surat izin penguaran) dari Dinas Peternakan Provinsi NTT.

Berdasarkan hal tersebut, Karantina wajib mengeluarkan persetujuan muat dan Surat kesehatan hewan.

Kalau SKHH ada, saya tidak keluarkan sampel darah, saya salah. Tanya ke dinas (Dinas Peternakan), kenapa hewan belum ada, SKHH sudah 200 ekor," jelas Syukur.

Direktur UD Harapan Kasih, Bernadus Dhalu mengatakan, dirinya berani mengirim ternak karena semua dokumen lengkap.

"Saya tidak tahu kalau sampel darah dalam dokumen itu, ternaknya sudah dikirim. Saya mengira sampel darah yang ada dari 100 ekor sapi yang dikirim hari ini. Saya kurang tahu karena yang urus pemilik hewan," jelas Bernardus.

Meski mengakui kekeliruannya, Bernadus sempat kesal karena merasa dirinya diperlakukan tidak adil.

"Saya terima, kalau salah. Tapi mengapa ketika saya kirim ternak baru dipersoalkan. Padahal kebiasaan seperti ini sudah terjadi lama," kata Bernardus.

Penggagalan pengiriman sapi ke Banjarmasin melalui Pelabuhan Maropokot, Jumat siang berawal dari laporan salah seorang pedagang ternak bernama Abdul Azis Ratang.

Halaman
123
Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved