Ketika Para Guru di Kota Kupang Harus Bergabung dalam Komunitas MGMP
Guru adalah real curriculum. Karena itu, seorang guru harus paham betul konsep, proses dan bisa diimplementasikan.
Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape
Kalau seorang guru tidak bergabung dalam komunitas ini, maka dia akan kesulitan untuk mengakses data dirinya dan berbagai informasi lain berkaitan dengan profesinya. Sebab, semua data dan informasi harus diverifikasi dan divalidasi (verval) oleh ketua atau pengurus MGMP masing-masing.
Melihat penting dan dampaknya yang begitu besar bagi nasib guru dan profesionalitas guru, maka Ibu Angela, Pak Alfons Nahak dan beberapa guru lagi, berinisiatif menghubungi guru-guru IPA SMP se-Kota untuk membentuk MGMP IPA, lalu memilih pengurus dan melaporkan hasil pembentukannya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kota Kupang.
Setelah semua proses pembentukan dinyatakan beres, mereka pun sepakat untuk mengadakan upacara pengukuhan dan pelantikan pengurus dan anggota MGMP IPA SMP se-Kota Kupang.
Selain MGMP IPA, MGMP Bahasa Indonesia pun ternyata hendak melakukan hal yang sama. Maka demi efiensi biaya, kedua komunitas ini sepakat untuk menyelenggarakan upacara pengukuhan bersama-sama di aula Hotel Cahaya Bapa, Jl Herewila, Kota Kupang, Sabtu (9/9/2017).
Hadir pada saat itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Filmon J. Lulupoy, Koordinator Pengawas (Korwas) SMP Tingkat Kota Kupang, Okto Naitboho beserta pengawas lainnya, Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMP Tingkat Kota Kupang, Hengky Adu, Ketua MGMP Bahasa Indonesia, Beny Mauko, dan Ketua MGMP IPA, Alfons Nahak, S.Si dan ratusan guru anggota MGMP IPA dan MGMP Bahasa Indonesia SMP tingkat Kota Kupang.
Mereka tampil keren dalam balutan jas tenun berbagai motif dari seluruh NTT.
Upacara dimulai dengan pembacaan keputusan dan susunan pengurus MGMP Bahasa Indonesia dan MGMP IPA, dilanjutkan dengan pengukuhan oleh Kadis Dikbud Kota Kupang, Filmon J. Lulupoy.
Filmon berharap pengukuhan MGMP ini bisa meningkatkan mutu pelayanan pendidikan di Kota Kupang.
Upacara pengukuhan diselingi lagu-lagu kebangsaan, penampilan paduan suara dan tarian siswa SMP Negeri 16 dan SMP Katolik St. Maria Assumpta Kupang, yang menambah semarak suasana pengukuhan.
Ketua MGMP Bahasa Indonesia Beny Mauko dalam sekapur sirihnya mewakili MGMP Bahasa Indonesia dan MGMP IPA SMP Kota Kupang mengapresiasi para guru yang sudah bergabung dalam MGMP.
Dia mengatakan, bergabung dalam MGMP bukan sebuah paksaan, melainkan sebuah panggilan.
"Karena tidak mungkin segala urusan bisa diurus oleh satu orang, sepintar apa pun dia. Kita harus duduk bersama membahas masalah kita. Kita berbagi. Ketika kita berbagi, kita tidak kekurangan sesuatu pun. Malah akan bertambah," kata Beny Mauko.
Dia pun mengingatkan para anggota MGMP akan pentingnya memahami SIM PKB (Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan). Juga tentang Ujian Kompetensi Guru (UKG) yang tiap tahun standar pencapaiannya terus naik, dan rapor UKG para guru di NTT yang masih merah.
"Password dan akun kita masing-masing harus disimpan baik-baik dan dirahasiakan. Jangan dijadikan status di medsos," pinta Beny.
Beny pun mengharapkan intervensi anggaran dari Pemerintah Kota Kupang melalui APBD untuk membiayai segala kegiatan MGMP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/musyawarah-guru-mata-pelajaran-mgmp_20170917_174138.jpg)