Divonis Enam Bulan Penjara, Bandar BG: Sedikit Lagi Kami Bebas

Majelis hakim PN Atambua menjatuhkan vonis penjara selama enam bulan kepada tiga terdakwa kasus judi bola guling

Divonis Enam Bulan Penjara, Bandar BG: Sedikit Lagi Kami Bebas
POS KUPANG/EDY BAU
Ignasius Ati alias Udju bersama penasehat hukumnya, Yosua Santoso usai menjalani persidangan di PN Atambua, Rabu (30/8/2017) sore. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA — Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Atambua menjatuhkan vonis penjara selama enam bulan kepada tiga terdakwa kasus judi bola guling di Toko Baja Mas Atambua beberapa waktu lalu. Sedangkan barang bukti berupa uang tunai Rp 59 juta lebih dirampas untuk negara.

Ketiga terdakwa masing-masing Ignasius Ati alias Udju selaku Bandar, Yohanes Yoseph Bau alias John sebagai penjaga layar dan Geradus Kono Naben alias Dus sebagai penjaga layar dinyatakan bersalah melakukan perjudian dalam persidangan di PN Atambua, Rabu (30/8/2017) sore.

“Dijatuhi hukuman pidana penjara masing-masing enam bulan,” kata Ketua Majelis Hakim, M. Reza Latuconsina saat membacakan amar putusan.

Vonis hakim ini lebih ringan dari tuntutan JPU yakni delapan bulan penjara dan bertolak belakang dengan pembelaan penasehat hukum yang meminta ketiganya bebas dari tuntutan hukum.

Terhadap putusan ini, tiga terdakwa menyatakan menerima putusan tersebut setelah berkonsultasi dengan penasehat hukumnya. Pun dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) , Chrismiyati mengatakan menerima putusan hakim tersebut.

Saat ditanyai Pos Kupang usai persidangan, Ignasius Ati alias Udju mengaku lega dengan putusan hakim tersebut. Raut wajahnya dan kedua anak buahnya terlihat riang.

Dengan putusan ini, maka ketiganya akan menjalani sisa hukuman penjara kurang dari satu bulan lagi karena mereka sudah menjalani tahanan sejak bulan Maret 2017 lalu.

“Sudah ditahan lima bulan lebih. Sedikit lagi kami bebas,” katanya sambil tersenyum.

Sebelumnya, penasehat hukum (PH) dari tiga terdakwa kasus judi bola guling (BG) di Toko Baja Mas Atambua meminta majelis hakim PN Atambua membebaskan tiga kliennya dari segala tuntutan hukum.

Penasehat hukuk tiga terdakwa menilai telah terjadi ketidakadilan dalam kasus itu.

Pasalnya, dalam kasus perjudian tersebut, hanya bandar judi dan anak buahnya yang diproses, sementara pemilik rumah yang menyediakan tempat tidak pernah menghadiri sidang dan juga tidak diproses berkasnya.

Seperti diketahui, aparat Kepolisian Polres Belu di bawah komando Wakapolres, Kompol Okto Wadu Ere berhasil meringkus sejumlah pelaku perjudian bola guling di rumah oknum anggota DPRD Belu pada Selasa (28/3/2017) malam sekitar pukul 18.30 wita.

Dari penggerebekan ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 79 juta lebih.

Adapun nama-nama terduga pelaku yang diamankan, antara lain, YTB (pemilik rumah di Jl Vetor Lidak Pasar Baru Kota Atambua), IA (bandar), YPB (bandar), GN (penjaga layar/kondektur) dan tujuh pemain yakni MMB, VG, IB, HL, IL, YL dan DB. (*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved