Berita Timor Rote Sabu

Bupati TTS Mella Kesengsem dengan Kain Tenun Lotis buatan Napi Wanita

Bupati Mella hadir di rutan Soe untuk memberikan remisi kepada 103 napi terkait peringatan HUT ke-72 tahun kemerdekaan RI di SoE.

Penulis: omdsmy_novemy_leo | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/NOVEMY LEO-
Bupati TTS, Paul Mella melihat proses pembautan kai tenun ikat yang dilakukan napi perempuan di Rutan kelas IIB SoE, Kamis (17/8/2017) siang. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM, SOE -- Bupati Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Paul Mella, memesan satu kain sarung tenun ikat Timor bermotif Lotis kepada seorang napi perempuan di Rutan Kelas II SoE, Kamis (17/8/2017) siang.

Bupati Mella hadir di rutan Soe untuk memberikan remisi kepada 103 napi terkait peringatan HUT ke-72 tahun kemerdekaan RI di SoE.

Pemberian remisi itu dihadiri oleh segenap pejabat organisasi perangkat daerah, pimpinan DPRD dan muspida.

Usai pemberian remisi, Bupati Mella dan undangan diajak menari bonet bersama ratusan napi dan tahanan. Setelah itu Bupati Mella langsung mengunjungi proses pembuatan tenun ikat oleh napi perempuan di ruang ketrampilan. Ada tiga napi perempuan yang menenun kain sarung dan selendang di ruangan ketrampilan itu.

Bupati Mella kemudian berbincang dengan para penenun itu. Sebelum meninggalkan tempat menenun, Bupati Mella mengatakan tertarik dengan kain sarung motif lotis yang sedang ditenun oleh napi Yusmina.

Dan Bupati Mella memesan kain itu untuk disimpan oleh Karutan Lukas Frans.

"Saya pesan ini. Tolong kalau sudah jadi diantar ke saya," kata Mella, sambil menunjuk kain sarung yang sedang ditenun oleh Yusmina.

Harga kain tenun motif lotis itu sekitar Rp 600.000. Mella lalu menawarkan kain sarung lainnya yang sedang ditenun oleh napi Natonis kepada ketua DPRD, namun tidak ada tanggapan.

Natonis mengatakan benang tenun dibeli dari took dan dalam jangka waktu dua bulan dia sudah menghasilkan tiga produk dua selendang dan satu selimut. Kami hanya menenun, tidak dijual," kata Natonis yang masih berstatus tahanan kasus pembunuhan.

Yusmina Nenohalan mengaku baru dua minggu belajar menenun di rutan Soe.

"Dulu saya tidak tahu menenun, waktu masuk ke sini baru belajar menenun," kata Yusmina, napi kasus Trafficking.

Dalam upacara pemberian remisi, Bupati Mella membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM RI, Yasona L Laoli bahwa kegiatan pemberian remisi ini mengambil tema Melalui remisi kita berintegrasi dengan seni.

"Tema ini dimaknai bahwa pembinaan seni kepada warga binaan pemasyarakatan merupakan upaya melembutkan jiwa, melembutkan rasa. Sehingga perasaan yang mengarah kepada perbuatan kriminal dapat dieliminir. Pada akhirnya saat kembali di masyarakat, WBP lebih mampu memaknai hidup secara holistik dan kembali berintegrasi secara sehat dengan masyarakat," kata Mella. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved