Dua Kapal Disiagakan untuk Pantau Keamanan Laut di NTT
Setiap bulan patroli laut dilakukan bersama instansi terkait untuk menyelamatkan perairan kawasan Timur dari gangguan pihak tertentu.
Penulis: Edy Hayong | Editor: Agustinus Sape
Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Hayon
POS KUPANG. COM, KUPANG - Kepala Kantor Keamanan Laut (Kamla) Zona Maritim Timur, Vetty Y Sakkay, S.H, M.Si mengungkapkan, untuk perairan laut NTT, pihaknya menyiagakan dua kapal pengawas yakni Kapal Hiu dan Gelatik.
Setiap bulan patroli laut dilakukan bersama instansi terkait untuk menyelamatkan perairan kawasan Timur dari gangguan pihak tertentu.
Di NTT pihaknya menempatkan Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut di Alak, yang tugasnya melakukan pemantauan hingga ke wilayah perbatasan negara.
"Tugas kita menghentikan kapal, periksa barang yang dibawa kalau mencurigakan lalu kita tangkap dan serahkan kepada instansi yang berwenang. Kita tidak bisa kerja sendiri makanya sinergitas itu perlu untuk menjaga perairan kita," kata Sakkay pada diskusi Forum Koordinasi Keamanan dan Keselamatan Laut yang digelar Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI di Kupang, Kamis (6/7/2017).
Menurut Vetty, dalam catatannya, selama tahun 2016 pihaknya melakukan 9 kali operasi terhadap 120 kapal dan dua di antaranya ditangkap karena membawa barang yang dicurigai.
Selanjutnya pada tahun 2017 hingga Juli dilakukan operasi terhadap 159 kapal dan 7 diantaranya ditangkap. Ini semua karena kerjasama antar instansi.
Sementara Direktur Operasi Armada, Keamanan Laut, Marsekal Madya (TNI) Widiantoro mengajak semua pihak untuk bekerja sama mengamankan perairan Indonesia termasuk di NTT.
Tidak boleh ada ego untuk memamerkan kekuatan bahwa instansinya yang paling banyak menangkap kapal ilegal di laut. Semua pihak harus punya visi yang sama bahwa perairan Indonesia harus dijaga bersama dalam bingkai NKRI. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kapal-hiu_20170707_232523.jpg)