Kamis, 7 Mei 2026

Ini Kisah Mistis Pendaki di Gunung Klabat, Sosok Kakek Bermuka Datar Hingga Pendaki Hilang

Oh ternyata tempat yang selama ini jadi buah bibir itu adalah sebuah batu dengan ukuran besar, dengan bagian atas agak datar.

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
Pos pemberhentian kedua di Gunung Klabat Sulut. Tempat pendaki beristirahat usai menempuh pendakian cukup melelahkan sekitar dua jam. Batu besar dan topi berlumut di dekat pos ini sering jadi cerita. Banyak kisah mistis dialami pendaki saat istirahat malam hari di pos ini. 

Kisah headlamp mendadak mati ini akhirnya membuat saya ingat. Bukankah waktu pendakian pertama lalu headlamp yang baru dibeli dua buah, lengkap dengan baterai baru pun mati secara misterius saat istirahat makan di pos dua.

Ingatan ini bikin sedikit begidik, tapi saya senyum aja karena fakta yang tak diharapkan ini jadi cerita tersendiri ketika kali kedua mendaki Klabat.

Menemukan semacam benang merah, yang menjawab pertanyaanku sendiri, kok bisa headlamp baru tak bisa menyala.

Anehnya, pulang rumah, dua headlamp itu menyala terang sekali. Bahkan sering kupakai untuk membantu penerangan di kamar untuk baca Alkitab. Cuma bisa tertawa saat mengingatnya.

Kisah lain yang tak kalah seru adalah cerita teman sesama pendaki lain yang juga mengalami pengalaman tak terlupakan saat melintasi pos dua Gunung Klabat. "Kebetulan mendaki sendiri, jadi sampai di pos dua istirahat untuk makan malam," ungkapnya.

Berbeda dengan kasus headlamp mati mendadak, temanku ini tak mengalami pengalaman yang sama. Headlamp-nya baik-baik saja.

Yang bikin ia begidik adalah usai makan dan melanjutkan perjalanan, baru saja keluar dari pos dua melintas dekat batu besar di sisi trek pendakian ia ketemu seseorang membawa sekitar sembilan ekor binatang mirip anjing yang diikat tali dan talinya dililit jadi satu.

Samar-samar dari arah depan, sosok dengan sembilan ekor binatang itu jalan menurun hendak berpapasan dengannya.

Tak mau sinar headlamp-nya mengganggu pandangan, ia membengkokkan headlamp ke arah bawah.

Saat berpapasan itulah, jantungnya berdegup tak karuan, bulu roma berdiri saat melirik sejenak ke arah sosok tersebut.

"Gila, pas lihat wajahnya kok tak ada mata, hidung, dan mulut, pelat datar begitu," ungkapnya.

Berusaha tak panik, ia berusaha melanjutkan perjalanan tanpa pernah lagi menoleh kebelakang.

"Saya pernah dengar kata warga kampung dekat Klabat. Katanya kalau ketemu pria sudah agak tua dan tak ada wajahnya ketika melintas jalur pendakian mesti waspada. Biasanya itu pertanda bakal hilang di gunung. Tapi bersyukur saya tak mengalami itu," ungkapnya.

pun masih bertanya-tanya, apalah ada hubungannya antara batu besar tempat sesajen, topi berlumut dan sejumlah kisah aneh ini? Ah... membingungkan.

Kisah Mistis di Gunung Klabat bukan hanya terjadi pos dua, banyak juga kejadian pendaki hilang saat melintas di jalur pendakian pos lain.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved