Minggu, 3 Mei 2026

Wisata NTT

Kampung Adat Dirun yang ikonik di Kabupaten Belu . Lengkapi Keindahan Di Batas Negeri

Kabupaten Belu yang secara geragrafis berbatsan dengan negara Timor Leste memiliki alam yang indah seperti Padang Fulan Fehan

Tayang:
Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
ILUSTRASI/eastnusatenggara.id
Kampung adat Dirun di Belu, gambaran kejayaan masa lalu 

Ringkasan Berita:

 

POS KUPANG.COM -- Kabupaten Belu yang secara geragrafis berbatsan dengan negara Timor Leste memiliki alam yang indah seperti Padang Fulan Fehan dan Pantai Pasir Puti di Atapuu serta Teluk Gurita.

Namun ada sisi lain di Kabupayen Belu juga punya peninggalan yang masih terjaga antara lain Kamung Adat Dirun

Dikutip dari eastnusatenggara.id,  salah satu destinasi budaya yang dapat dikunjungi di wilayah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur adalah Kampung Adat Dirun yang berlokasi di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Bagaimana ke Kampung adat Dirun?
Perjalanan dari Kota Atambua sampai ke lokasi kampung adat Dirun sendiri bisa memakan waktu sampai 1 jam perjalanan baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. 

Pengunjung juga dapat memilih untuk memakai kendaraan ojek. Tarif angkutan untuk sampai ke Dirun berkisar di antara Rp 25.000 sampai Rp 30.000. Jika menggunakan ojek bisa sampai Rp 40.000.

Untuk sampai ke Dirun, kita harus melewati wilayah Weluli sebagai pusat Kecamatan Lamaknen. 

Bagi pengunjung yang belum mengetahui lokasi atau tidak adanya tour guide yang menemani, sebaiknya jangan malu untuk bertanya ketika sudah tiba di kawasan daerah Weluli. 

Masyarakat setempat yang terkenal ramah akan dengan senang hati membantu anda untuk memberikan petunjuk jalan menuju kampung adat dirun.

Enam Rumah Suku
Kampung adat dirun relative berbeda dengan kampung adat lainnya dimana semua rumah adat terpusat pada satu titik. Di Dirun, enam rumah adat yang merupakan representasi dari enam suku besar di sana, berdiri cukup jauh satu sama lain hingga memenuhi wilayah desa.

Koleksi peninggalan yang masih tersiman di rumah adat Kampung Adat Ditun , Kabupaten Belu
Koleksi peninggalan yang masih tersiman di rumah adat Kampung Adat Ditun , Kabupaten Belu

Rumah adat pertama yang merupakan sentral atau pusat dari semua kegiatan adat di Dirun adalah rumah suku Monesogo, yang merupakan rumah kediaman Raja Perempuan. 

Tak jauh dari rumah adat monesogo terdapat dua rumah adat lainnya yaitu rumah monewalu yang merupakan suku penguasa laki-laki, dan rumah adat kamane sebagai panglima.

Rumah adat keempat yang berada sekitar 500 meter dari rumah monesogo adalah rumah loos yaitu rumah sang juru bicara raja, sedangkan rumah adat keenam adalah rumah lepo.

Jauh terpisah dari kelima rumah adat lainnya adalah rumah sirigatal, yang diyakini sebagai pusat kekuatan dari semua suku. 

Pada rumah adat sirigatal, konon orang dapat datang untuk mengambil kekuatan di sana, seperti kekuatan untuk menangkal penyakit dan musuh, hingga urusan perjodohan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved