Ular Piton Raksasa Cari Mangsa Lagi, Kali Ini Merayap Masuk Kampung Mamuju Incar Kambing

Ular Piton Raksasa Berukuran 7 Meter Cari Mangsa Lagi, Kali Ini Merayap Masuk Kampung Mamuju Incar Kambing

Editor: Rosalina Woso
TRIBUN TIMUR/RENI KAMARUDDIN
Puluhan warga di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, ikut menangkap ular piton sepanjang delapan meter di dekat kandang ternak sapi milik warga, Selasa, (19/7/2016). 

POS KUPANG.COM--Seekor ular piton sepanjang 7 meter lebih yang diduga sedang kelaparan berburu mangsa hingga ke permukiman warga di Dusun Sungai Majene, Desa Kasano, Kecamatan Baras, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, Minggu petang (4/6/2017).

Piton dengan diameter sekitar 60 sentimeter itu diketahui sedang berburu kambing dan sapi milik warga.

Ular besar yang mengejutkan warga ini baru bisa dijinakkan setelah satu jam warga berjibaku melumpuhkan hewan melata ini.

Juarno, salah satu warga mengaku terpaksa membunuh ular piton tersebut karena khawatir membahayakan keselamatan warga.

Rencananya, Juarno mengambil kulit ular tersebut dan akan menjualnya kepada pengepul kulit ular.

"Warga sudah berulang kali menangkap ular piton, tapi umumnya hanya 3 sampai empat meter. Warga baru kali ini menangkap piton raksasa yang panjang hingga 7 meter," jelas Juarno, penemu ular piton.

Ular piton sering ditemukan di Mamuju.

Bahkan, belum ini, seorang warga tewas setelah ditelan ular tersebut.

Buaya berkeliaran

Setelah ular piton memangsa salah satu warga, kini giliran kawanan buaya ganas di muara Sungai Budong-budong, Kecamatan Karossa, Mamuju Tengah Sulawesi Barat, meneror masyarakat.

Buaya itu berada tak jauh dari lokasi Akbar Ramli, seorang petani sawit, ditemukan tewas ditelan ular piton.

Sejumlah warga mengaku beberapa kali menyaksikan buaya berukuran cukup besar itu terus menampakkan diri di daratan.

Bahkan, Senin (10/4/2017) kemarin, seekor buaya berukuran empat meter bahkan ditangkap warga secara tidak sengaja karena terjerat jaring ikan yang dipasang tak jauh dari permukiman warga.

Meski buaya ini sempat memberontak dan hendak melepaskan diri, namun karena terlilit jaring ikan, reptil yang kerap memangsa ternak di sekitar permukiman warga ini akhirnya bisa menyerah.

Agar tak membahayakan keselamatan warga dan anak-anak, mulut buaya ini diikat dengan lakban.

"Ditangkap warga secara tidak sengaja karena terperangkap jaring ikan. Dan, rencananya akan dijual kulitnya ke pengepul," tutur Dedy, salah seorang warga Mamuju Tengah.

Rini, salah seorang keluarga yang ikut menangkap buaya mengaku terpaksa membunuh reptil ini karena takut membahayakan nyawa warga.

"Karena kita khawatir memangsa warga makanya kita bunuh. Dan ini sudah sering kali muncul di sekitar permukiman warga," tutur Rini.

Menurut dia, sebelumnya, kawanan buaya ini juga kerap muncul dan meneror warga.
Sejumlah warga mengaku selama ini kerap kehilangan ayam dan binatang ternak yang diduga dimangsa oleh kawanan buaya ganas di sepanjang muara Sungai Topoyo.

Bahkan, pada Selasa (11/4/2017) dini hari tadi, warga kembali dihebohkan dengan kemunculan buaya.

Sejumlah warga menduga, kemunculan sejumlah reptil ganas di Kabupaten Mamuju Tengah ini diduga karena habitat mereka terusik oleh aktivitas masyarakat di sekitarnya.

Maraknya pembukaan lahan perkebunan dan tambang galian C di Kabupaten Mamuju Tengah diduga menjadi salah satu penyebab maraknya sejumlah hewan melata masuk ke permukiman warga.(Bangka Pos.Com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved