Sabtu, 25 April 2026

Intel Polri Jaga Keluarga Siti Aisyah Terkait Pembunuhan Kim Jong Nam

Kita tempatkan personel mengikuti perkembangan dari keluarga. Kita turunkan intel sama Babinkamtibmas

Editor: Agustinus Sape
ANTARA
Siti Aisyah (kanan) dan Doan Thi Huong (kiri) menjadi tersangka utama pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (Star-Online) 

POS KUPANG. COM, JAKARTA - Kapolda Banten Brigadir Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengerahkan petugas intel dan Bintara  Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) untuk menjaga keluarga Siti Aisyah (25), tersangka pembunuh Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Listyo merasa perlu memonitor keluarga Siti Aisyah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Aisyah ditangkap Polis Diraja Malaysia (PDRM)  setelah wajahnya terekam kamera CCTV Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, bersama wanita pemegang paspor Vietnam bernama Doan Thi Huong.

"Kita tempatkan personel mengikuti perkembangan dari keluarga. Kita turunkan intel sama Babinkamtibmas," ujar Listyo saat dihubungi, Minggu (19/2). Listyo mengatakan, keluarga Aisyah syok begitu mendengar anaknya ditangkap.

Selama ini, pihak keluarga hanya tahu Aisyah bekerja di Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Terakhir kali Aisyah bertemu keluarga saat Hari Raya Imlek imlek 2016. "Ya pokoknya bertemu terakhir sama keluarga pas Imlek kemarin. Kalau dari keluarganya sih begitu, anaknya jadi korban," ujar Listyo.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengungkapkan, Siti Aisyah (25) merupakan korban sindikat yang menyaru sebagai penyelenggara reality show di sebuah stasiun televisi. Siti Aisyah hanya tahu dirinya menjadi bagian dari acara yang sengaja mempermainkan korbannya sebagai bahan lelucon.

Namun betul atau tidak dugaan Siti Aisyarh hanya korban yang dimanfaatkan untuk membunuh Kim Jong Nam, perlu pendalaman lebih lanjut. Mantan Komandan Kelompok Khusus Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Kolonel Purn Fauka Noor Farid menyebut untuk mengetahui apakah Siti Aisyah merupakan agen rahasia bisa diketahui dari maksud kedatangannya ke Malaysia.

"Untuk apa dia datang ke Malaysia, apa dia jadi TKI (tenaga kerja Indonesia) atau apa. Kalau bukan TKI, ngapain dia ke Malaysia, " ujarnya saat dihubungi wartawan. Kemungkinan  Siti Aisyah merupakan seorang TKI telah dibantah oleh  Kepala Badan Nasionap Perlindungan dan Penempatan TKI (BN2PTKI), Nusron Wahid.  Ia menyebut perempuan yang berangkat ke Malaysia pada 2 Februari lalu itu bukan TKI. (tribunnetwork/den/rek)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved