Survei Litbang "Kompas" : Debat Pamungkas Jadi Penentu Pilkada

Litbang Kompas melakukan survei terkait Pilkada DKI Jakarta pada 28 Januari-4 Februari 2017.

Survei Litbang
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengikuti debat kedua calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (27/1/2017). Temanya membahas reformasi birokrasi serta pelayanan publik 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Litbang Kompas melakukan survei terkait Pilkada DKI Jakarta pada 28 Januari-4 Februari 2017. Salah satu indikator yang diukur yakni pengaruh debat terhadap preferensi publik.

Dari 804 responden yang dianalisis, 57,6 persen di antaranya menyatakan menonton debat pertama Pilkada DKI pada 13 Januari yang mengambil tema "Pembangunan Sosial Ekonomi".

Sementara debat kedua pada 27 Januari yang mengusung tema "Reformasi Birokrasi, Pelayanan Publik, dan Penataan Kota" ditonton 62,2 persen responden.

Survei ini mengindikasikan debat berdampak terhadap preferensi pemilih. Sebanyak 28,4 responden yang menonton debat mengaku lebih yakin untuk mengubah pilihan.

Jika dilihat dari perbedaan tingkat elektabilitas pasangan calon yang masih dekat, 7,1 persen responden belum menentukan pilihan, dan ada 28,4 persen responden lebih yakin untuk berubah pilihan setelah menonton debat, maka debat ketiga pada Jumat (10/2/2017) akan berdampak besar.

"Dampak debat ini bisa meningkatkan elektabilitas pasangan calon, tetapi juga bisa sebaliknya. Ini bergantung pada preferensi pemilih," kata peneliti senior politik pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Syamsuddin Haris, dihubungi dari Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Menurut Syamsuddin, jika preferensi pemilih lebih ke program atau gagasan, pasangan calon yang dipilih ialah yang menawarkan program realistis di debat terakhir. Namun, debat itu juga bisa tidak berdampak banyak bagi sebagian pemilih yang preferensinya bukan program, melainkan lebih pada sentimen kultural atau sektarian.

Perhatian

Melihat ada 28,4 persen responden yang lebih yakin untuk berubah pikiran, Syamsuddin berpendapat, dalam Pilkada DKI Jakarta, debat cukup menentukan pilihan masyarakat.

"Oleh karena itu, kemampuan pasangan calon menunjukkan kinerja atau janji kinerja akan sangat menentukan berhasil atau tidak (dalam Pilkada)," katanya.

Halaman
12
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved