Tingkakan Pelayanan, RSUD Umbu Rara Meha Terapkan Managemen Swasta
Demi meningkatkan pelayanan dan memberikan kepuasan kepada para pasien, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umbu Rara Meha, Waingapu menerapkan manag
Penulis: John Taena | Editor: Alfred Dama
Laporan wartawan Pos Kupang, John Taena
POS KUPANG.COM, WAINGAPU -- Demi meningkatkan pelayanan dan memberikan kepuasan kepada para pasien, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umbu Rara Meha, Waingapu menerapkan managemen swasta.
"Image rumah sakit pemerintah selama inikan identik dengan hal-hal yang buruk. Mulai dari masalah kebersihan sampai pelayanan yang tidak memuaskan. Itu yang kita rubah dengan menerapkan managemen seperti rumah sakit swasta," demikian Direktris RSUD Umbu Rara Meha, Waingapu, dr. Lely Harakay, saat ditemui Pos Kupang.com di ruang kerjanya, Jumat (27/1/2017).

Untuk mengatasi masalah kebersihan di lingkungan rumah sakit, jelasnya, managemen rumah sakit bekerja sama dengan pihak ketiga. Pasalnya berdasarkan pengalaman yang terjadi selama ini, para staf rumah sakit yang menjadi petugas kebersihan tidak bekerja optimal.
Hal serupa juga diterapkan untuk pelayanan kebutuhan konsumsi para pasien di rumah sakit. Jika sebelumnya ditangani oleh para tenaga honorer dan staf rumah sakit, saat ini diserahkan ke pihak ke tiga.
Dikatakan "Misalnya untuk kebersihan tinggal kita awasi saja kalau tidak bersih tanya ke pengelola out sorching. Begitupun dengan makan minumnya pasien, kita cukup tentukan menunya lalu awasi apakah sesuai atau tidak? Jauh lebih efektif baik dari aspek pembiyaan maupun kualitas."
Sementara untuk masalah pelayanan, katanya, seluruh staf dan karyawan di RSUD Umbu Rara Meha selalu diberi pelatihan untuk penngkatan SDM. Setiap karyawa, mulai dari satpam hingga para medis dan dokter, diwajibkan untuk ramah kepada setiap pengunjung. Hal ini bertujuan untuk menciptakan rasa nyaman bagi pengunjung dan pasien.
"Kita pakai yang masih muda-muda di UGD maupun ruangan, mereka diwajibkan untuk bersikap ramah. Kalau yang sudah senior itukan tidak bisa diarahkan lagi, jadi mereka lebih banyak di tempatkan di administrasi," ujarnya.