Warga Kelurahan Merdeka Kupang Timur Desak Kontraktor Gilas Batu Sebelum Diaspal

Ia juga mengungkapkan papan nama proyek tidak dipasang. Sehingga menyulitkan masyarakat untuk mengontrol proyek tersebut.

Warga Kelurahan Merdeka Kupang Timur Desak Kontraktor Gilas Batu Sebelum Diaspal
ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit

POS KUPANG.COM, OELAMASI - Warga Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kupang Timur mendesak kontraktor pelaksana proyek jalan lapen di lingkungan RW 7 agar menggilas batu karang (pondasi jalan) sebelum menabur kerikil pecah 5,7 sentimeter.

Desakan warga ini disampaikan Ketua Forum Masyarakat Peduli Kabupaten Kupang, Johanes Daud Suek, Marthen Benyamin dan Denikson Tuflasa, saat dihubungi terpisah, Selasa (15/11/2016) dan Rabu (16/11/2016).

"Proyek jalan lapen itu cuma berjarak 50 meter dari rumah saya. Saya pantau, kontraktor tidak gilas batu karang. Tapi langsung tebar kerikil pecah 5,7. Kalau tidak digilas, proyek itu akan hancur paling lama 3 bulan," ungkap Suek yang ditemui di kediamannya.

Ia juga mengungkapkan papan nama proyek tidak dipasang. Sehingga menyulitkan masyarakat untuk mengontrol proyek tersebut.
"
Saya sarankan, sebaiknya gilas dulu batu karangnya. Lalu tebar kerikil pecah dan gilas lagi. Kalau tidak gilas, itu namanya kerja buat susah rakyat. Berbahaya kalau warga lapor tipikor Polres Babau," kata Suek.

Hal senada juga diungkapkan Marthen Benyamin, S. Sos, Ketua RW 07 dan Ketua RT 07 Denikson G. Tuflasa, saat dihubungi Kamis (17/11/2016).

"Kemarin siang, saat hujan lebat, warga ada ribut-ribut dengan kontraktornya di lokasi proyek. Saya belum tanya detil persoalan seperti apa. Tapi kalau saya lihat di lokasi, pondasi jalan dari batu karang belum digilas tapi kontraktor sudah turunkan kerikil pecah di atasnya. Kalau kerja model begini, akan dapat jalan dengan kondisi mutu yang sangat buruk," jelas Benyamin. (*)

Penulis: Julius Akoit
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved