Selasa, 28 April 2026

Ini yang Dialami Vagina Jika Berhenti Berhubungan Seks

"Orgasme adalah sesuatu yang baik untuk Anda. Entah itu dilakukan bersama pasangan atau dengan diri sendiri," katanya.

Editor: Ferry Jahang
Shutterstock
Shutterstock Ilustrasi 

Jika Anda berhenti mengalami orgasme untuk jangka waktu lama, menjadi wajar bagi tubuh Anda untuk berhenti menginginkannya.

Di satu sisi, hilangnya gairah mungkin bisa dianggap berkah bagi wanita yang memang tidak ingin berhubungan seks. Namun, ini berarti juga Anda kehilangan manfaat sehat dari hubungan seks itu sendiri.

Untuk mendapatkan gairah Anda kembali, Richmond menyarankan Anda untuk mencoba merangsang diri Anda sendiri sampai akhirnya Anda menemukan kenikmatan dari sentuhan-sentuhan yang Anda lakukan.

"Orgasme adalah sesuatu yang baik untuk Anda. Entah itu dilakukan bersama pasangan atau dengan diri sendiri," katanya.

Vagina atrofi

Saat usia subur sudah berlalu, seks akan nampak sebagai sesuatu yang kurang penting. Ditambah lagi, jumlah estrogen akan menurun drastis.

Dua hal itu, membuat Anda malas atau tidak mau berhubungan seks (karena dianggap tidak terlalu penting) dan turunnya kadar estrogen, bisa menyebabkan vagina menjadi kering dan dinding vagina menipis. Ini disebut vagina atrofi, kata Barb DePree, MD, dokter kebidanan dan kandungan dari AS.

Untuk mengatasinya, DePree merekomendasikan Anda untuk tetap berhubungan intim secara teratur. Jika ada masalah hormon, berkonsultasilah ke dokter. Mungkin, dokter akan memberikan krim atau menyarankan terapi hormon.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved