Lipsus Obat di RSUD Yohannes Kupang

Ombudsman NTT Minta RUSD Yohannes Kupang Perbaiki Sistem Pelayanan

KEPALA Perwakilan Ombudsman NTT, Darius Beda Daton, S.H, mengatakan, persoalan ketiadaan obat untuk pasien BPJS sudah terjadi berulang di RSUD Kupang.

Ombudsman NTT Minta RUSD Yohannes Kupang Perbaiki Sistem Pelayanan
PK/VEL
Darius Beda Daton, SH, Kepala Ombudsman Perwakilan NTT 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM, KUPANG - KEPALA Perwakilan Ombudsman NTT, Darius Beda Daton, S.H, mengatakan, persoalan ketiadaan obat untuk pasien BPJS sudah terjadi berulang di RSUD Prof.Dr. WZ Johannes Kupang.

"Saya sering berkunjung ke apotek rumah sakit dan mendapat keluhan yang sama dari pasien tentang obat habis dan biaya pergantian obat," ungkap Darius di Kupang, Kamis (6/10/2016). Dikatakannya, Ombudsman NTT langsung menindaklanjuti pengaduan masyarakat lewat koordinasi dengan manajemen RSU Johannes Kupang.

Dalam koordinasi itu, demikian Darius, pihak rumah sakit selalu berjanji akan segera mengatasi keluhan ketiadaan obat. Bahkan, demikian Darius, setiap kali diundang oleh rumah RSU Johannes Kupang dan BPJS Kesehatan untuk berdiskusi dan menghadiri seminar tentang kesehatan, substansi tentang ketiadaan obat di rumah sakit untuk pasien BPJS dan pergantian biaya obat selalu dilaporkan.

Dalam kesempatan itu selalu dicari jalan keluar untuk mengatasinya, namun tetap saja masalah kehabisan obat dan pergantian biaya obat terjadi lagi. "Saya heran, kenapa masalah yang sama selalu terjadi berulang kali, padahal selalu dibahas dan sudah diambil jalan keluarnya," ujar Darius.

Ia mengatakan, jika nota pergantian obat pasien BPJS sudah dimasukkan ke rumah sakit namun belum jua diganti, pertanggungjawabannya bagaimana. "Masyarakat pasti dirugikan," tuturnya.

Darius mengatakan, Agustus 2016 lalu pihaknya mendapat pengaduan dari keuarga pasien bahwa kehabisan obat di poli kejiwaan. "Lalu saya koordinasi dengan pihak rumah sakit, katanya obat yang habis itu trihexyphenidyl. Dan, katanya mereka akan segera menanganinya. Bahaya kalau pasien kejiwaan kehabisan obat," tegasnya.

Darius berharap agar manajemen RSU Johannes Kupang secepatnya memperbaiki sistem pelayanan mulai dari perencanaan, pengadaan, pemberian dan pergantian biaya obat sehingga masalah itu tidak terjadi berulang. (vel)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved