Kota Pawisata Bebas Narkoba
Apakah kita membiarkan kota ini dikuasai narkoba biar bisa mendukung geliat pariwisatanya? Jawabannya, tentu tidak.
BADAN Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat. Salah satu daerah yang menjadi perhatian sosialisasi adalah Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
BNNP NTT mengkategorikan Labuan Bajo sebagai daerah rawan narkoba. Kabar ini tentu tidak mengejutkan. Labuan Bajo yang terus tumbuh sebagai kota pariwisata tentu menjadi semakin terbuka, didukung oleh infrastruktur yang semakin memadai. Para wisatawan dari mana pun di seluruh Indonesia dan dunia setiap saat berdatangan ke kota ini, baik melalui udara, laut maupun darat.
Mereka datang ke sana, selain untuk melihat dari dekat binatang purba Komodo di Pulau Komodo, juga ingin menyaksikan keindahan pulau-pulau dan laut di kawasan Labuan Bajo. Berbagai fasilitas seperti kapal pesiar, hotel dan lain-lain sudah tersedia di kota ini.
Berkaca pada pengalaman di kota-kota serupa di dunia, Kota Labuan Bajo tentu berpeluang untuk dijadikan tempat pesta narkoba oleh para pengunjungnya. Bahkan bukan tidak mungkin kota ini menjadi tempat peredaran dan lalu lintas perdagangan narkoba dimaksud.
Sayangnya, kehadiran barang haram ini tidak hanya merusak para wisatawan yang datang, tetapi juga tidak terhindarkan bisa merusak masyarakat setempat karena tergoda untuk mengonsumsi bahkan terlibat dalam jaringan perdagangannya. Sinyalemen itu sudah dilihat oleh BNNP NTT sebagai dampak dari kehadiran para wisatawan di sana.
Apakah kita membiarkan kota ini dikuasai narkoba biar bisa mendukung geliat pariwisatanya? Jawabannya, tentu tidak. Sebuah kota disebut kota pariwisata tidak harus menjadi kota narkoba. Tanpa ada narkoba sebuah kota tetap bahkan lebih layak untuk dijadikan kota pariwisata.
Untuk itu, kita ajak masyarakat kota ini untuk membentengi diri Anda dari pengaruh-pengaruh narkoba. Sekalipun wisatawan berdatangan ke kota ini bahkan sambil mengonsumsi narkoba mudah-mudahan warga kota ini tidak terpengaruh untuk ikut- ikutan mengonsumsi narkoba. Kenapa? Karena mengonsumsi narkoba sama sekali tidak memberi manfaat bagi kita. Narkoba hanya membawa malapetaka.
Bayangkan kalau 70 persen saja anak-anak di kota ini mengonsumsi narkoba, bisa dibayangkan bagaimana nasib generasi penerus di kota ini selanjutnya. Jawabannya, tentu saja suram.
Oleh karena itu, kita mengimbau masyarakat di kota ini agar menjauhi narkoba. Sibukkanlah diri Anda dengan aktivitas- aktivitas positif.
Kita juga mengajak aparat keamanan agar memperketat pengawasan setiap warga yang datang ke Labuan Bajo. Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi memastikan setiap orang yang datang tidak membawa narkoba ke Kota Labuan Bajo. Lakukan sosialisasi bahaya-bahaya narkoba kepada masyarakat setempat. Dengan demikian, Kota Labuan menjadi kota pariwisata yang bebas narkoba.*
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kapal-tilong-kabila_20160825_121018.jpg)