Deno Kamelus Sangat Bangga, Lima Warisan Leluhur Manggarai
Kini warisan itu sudah menjadi budaya nasional Indonesia dan dunia. Bahkan UNESCO mengakui keunikan warisan budaya orang Manggarai.
Ketiga, Lodok. Lodok merupakan suatu sistem pembagian tanah yang sangat adil. Lodok sering disebut dengan pembagian tanah seperti jaring laba-laba. Sebelum mengenal pembagian tanah secara nasional, leluhur orang Manggarai memiliki sistem tersendiri dalam membagi tanah.
Ada beberapa persawahan di Kabupaten Manggarai yang ada Lodoknya. Seperti di persawahan Cancar. Sistem persawahan Lodok ini menjadi daya tarik wisatawan asing yang berprofesi sebagai ahli pertanian, ahli pertanahan dan lain sebagainya. Bahkan, banyak orang sudah meneliti sistem pembagian tanah tersebut.
Keempat, Arsitektur Rumah Gendang. Rumah Gendang yang berbentuk kerucut menjadi daya tarik bagi arsitektur Indonesia dan dunia untuk meneliti bentuk warisan leluhur orang Manggarai dalam membangun rumah. Rumah adat Gendang orang Manggarai yang disebut Mbaru Niang selalu mengerucut ke langit.
Banyak peneliti asing dan Nusantara yang melakukan kajian terhadap bentuk pembangunan rumah orang Manggarai. Orang Manggarai tidak mengenal seng, melainkan mengenal wunut atau ijuk. Jadi, orang Manggarai sering menyebut rumah adatnya dengan sebutan Mbaru Wunut.
Kelima, Waerebo. Waerebo adalah sebuah perkampungan yang berada di lembah. Waerebo merupakan perkampungan dengan Mbaru Niang. Saat ini orang menyebut Kampung Adat Waerebo, karena keunikan rumah adat gendang dari orang Manggarai.
Kampung adat ini menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan di Kabupaten Manggarai karena perkampungan yang berada di lembah. Kampung ini bisa dijangkau dengan berjalan kaki.
Ribuan wisatawan asing dan Nusantara selalu mengunjungi Kampung Adat Waerebo.
Ini merupakan warisan leluhur orang Manggarai yang disebut Mbaru Niang. Banyak peneliti asing, dan wisatawan Nusantara, fotografer, jurnalis selalu tertarik untuk melakukan perjalanan ke Kampung tersebut. (kompas.com)