Lagu Mogi

Hampir pasti tidak semua orang memahami makna kata 'mogi' apalagi syairnya, kecuali beberapa ayat dalam bahasa Inggris.

Editor: Agustinus Sape

lovely anafai is nona mogi from nagekeo (Aku cinta nona Mogi dari Nagekeo)/ dancing tea iku she is so beautiful (Dia penari TEA EKU)/oooo..mogi e

O mogi e come and dance with me tonight (O Mogi datang dan menarilah bersamaku malam ini)

mogi e mogi fu kugu (Mogi e Mogi Rambut Keriting)/mogi e..mogi e/dheo keze walo dheo keze walo (Jangan pulang dulu..Jangan pulang dulu)/mogi e e

Pesan Moral
Yang menarik dari lagu ini adalah frasa mogi fu kugu (mogi berambut kriting). Di dalam masyarakat, fu kugu identik dengan kejelekan, tidak cantik, tidak tampan dan label negatif lainnya.

Mogi fu kugu memang telah menjadi kado cinta Ivan kepada Rin, lagu ini juga telah mengangkat spirit dan dukungan moral kepada kaum hawa NTT, bahwa keriting itu cantik. Keriting itu bikin jatuh cinta.

Melalui lagu ini, Ivan berhasil membungkam anggapan fu kugu itu jelek. Ia membalikkan keadaan menjadi sebuah fakta bahwa fu kugu itu cantik. Dengan kata lain, Ivan berhasil membangunkan kesadaran wanita dengan ciri rambut demikian. Lagu ini berhasil menumbuhkan kepercayaan kaum hawa.

"Sayang sekali....padahal maksudnya kebanggaan," tulis Ivan Nestorman menanggapi pembaca yang memandang negatif makna fu kugu. Kemudian, Rin, sang istri menambahkan komentar di thread yang sama.

"Justru dengan lagu "Mogi Fu Kugu" semua wanita yang mempunyai rambut keriting makin percaya diri dan tetap mempertahankan ciri khas rambutnya karena kugu itu cantik tidak harus diluruskan," tulis Katarina Mogi.

Pandangan bahwa fu kugu adalah ejekan kepada kaum wanita yang berambut keriting merupakan salah kaprah yang berlangsung lama di kalangan masyarakat. Fu kugu memang berarti berambut keriting, tidak berarti dijadikan senjata untuk melakukan penghakiman terhadap orang lain. Jika kita mengikuti arus berpikir di atas berarti kita melakukan pembenaran bahwa fu kugu itu jelek dan sebuah ejekan.

Namun demikian, kita tidak dapat memungkiri bahwa fu kugu bisa menjadi pencapan yang negatif kepada orang lain jika situasi dan kondisi tertentu. Begitupun dengan kata rimpet (bahasa Manggarai) dan nggeme (bahasa Lio) yang berarti pesek bisa menjadi pencapan yang negatif kepada individu tertentu. Sesuatu yang buruk akan terjadi jika kata itu dialamatkan kepada orang yang kita tidak kenal. Sama halnya ketika kita mengucapkan fu kugu kepada orang asing. Itu bisa bermakna ejekan.

Sebaliknya, kata-kata tersebut menjadi ungkapan cinta atau perasaan kasih sayang jika diucapkan oleh seseorang dan kepada orang yang tepat, misalnya pacar atau sahabat.

Bertolak dari lagu Mogi, maka frasa fu kugu bukan pelabelan yang negatif, tapi ungkapan kebanggaan dan kasih sayang. Jadi, makna sebuah kata/frase sangat ditentukan oleh konteks dan subyek yang mengucapkan dan obyek yang menerima kata/frase tersebut. Melalui lagu ini, Ivan sukses memperjuangkan kesetaraan bahwa tidak ada dikotomi rambut kerinting dan lurus, semuanya baik adanya dan cantik rupanya sebagai makhluk ciptaan Tuhan.*

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved