Lipsus Hama Belalang di Sumba
Usir Hama Belalang Siang dan Malam
Upaya pengendalian belalang Kembara sedang dilakukan dengan menggunakan Confidor 5 WP.
Penulis: Alfons Nedabang | Editor: omdsmy_novemy_leo
Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Alfons Nenabang
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Upaya pengendalian belalang Kembara sedang dilakukan dengan menggunakan Confidor 5 WP. Confidor merupakan insektisida berbentuk cair untuk mengendalikan hama tanaman. Insektisida sistemik ini bekerja secara racun kontak.
Menggunakan alat semprot (hand sprayer), confidor yang terlebih dahulu dicampur air disemprotkan petugas ke area yang sudah diidentifikasi terdapat belalang kembara.
Pengendalian melibatkan petugas dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), anggota TNI dan Polri. Sejumlah masyarakat pun terlibat.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikuktura Kabupaten Sumba Timur, Ir. I Bagus Putu Punia mengatakan, penggunaan confidor cara lebih efektif membasmi belalang.
"Dengan confidor di lapangan bisa dikendalikan. Lebih efektif. Anak belalang yang tidak bisa terbang berpindah terkena confidor langsung mati. Paling tidak bisa mengurangi populasinya. Kalau ada 5.000, basmi 4.000 lumayan," ujar Putu Punia.
Pembasmian belalang dilakukan siang dan malam. Pemilihan waktu siang hari dengan sasaran anak belalang kembara yang tidak bisa terbang berpindah karena belum memiliki sayap.
Sedangkan penyemprotan malam hari mensasar belalang Kembara dewasa mengingat saat gelap belalang tidak bisa terbang. "Jadi, petugas bekerja siang dan malam," katanya.
Putu menjelaskan, pengendalian belalang kembara dimulai sejak minggu keempat Mei 2016 lalu. Sampai dengan 16 Juli 2016, confidor yang sudah digunakan 678 sachet atau setara 67.800 gram. Selain confidor, juga digunakan dharmabas 500 EC sebanyak 16 liter dan penalty 50 SC sebanyak satu liter.
Dengan confidor sebanyak 678 sachet, lanjut Putu, petugas sudah mengendalikan belalang di 187 titik yang tersebar di 16 desa di enam kecamatan. Titik pengendalian terbanyak di Desa Tanaraing dan Desa Heikatapu (Kecamatan Rindi), masing-masing 52 titik dan 27 titik. Berikutnya di Desa Maubokul sebanyak 22 titik dan Desa Yubuwai 16 titik.
Herman Ndjurumana, petugas pengendalian hama belalang dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Sumba Timur menuturkan, ia bersama beberapa temannya sudah menyemprot confidor di Desa Watumbaka, Desa Maubokul, Desa Kamanggi, Matawai Katingga dan Kadumbul.
Pada saat dihubungi Minggu (31/7/2016), Hermana bersama enam rekannya sedang melaksanakan tugas pengendalian hama belalang di Desa Patawang.
"Saya sudah lima kali semprot malam hari. Sewaktu di desa Matawai Katingga, Kecamatan Kahaungu Eti, saya dan teman-teman pulang jam 12 malam. Saat ini kami di Patawang," ujar Herman.
Menurutnya, dibanding dengan waktu awal, saat ini pengendalian berjalan lebih lancar karena kendala-kendala sudah teratasi. Peralatan sudah tersedia, dan petugas sudah dilengkapi pengaman, seperti masker dan sepatu boat.
"Sekarang gencar pengendalian. Kami berusaha semaksimal mungkin menekan populasi agar tidak masuk areal pertanian," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/hama-belalang-di-sumba-timur_20160620_093710.jpg)