Lipsus Hama Belalang di Sumba
Usir Hama Belalang Siang dan Malam
Upaya pengendalian belalang Kembara sedang dilakukan dengan menggunakan Confidor 5 WP.
Penulis: Alfons Nedabang | Editor: omdsmy_novemy_leo
Meski sudah berupaya maksimal, Herman tidak menjamin wilayah yang sudah disemprot confidor langsung bebas belalang kembara. Mengingat perkembangbiakannya cepat dan banyak belalang Kembara dewasa yang selalu bermigrasi dengan cepat. Selain itu petugas tidak bisa menjangkau semua wilayah yang sudah ada belalang kembara.
"Saya prediksi, beberapa tempat satu dua minggu ke depan telur belalang menetas, seperti di samping translok Lai Ndaha. Hasil pantauan kami, di sana kotorannya sudah banyak. Selain itu padang rumput sangat luas. Tidak semua terpantau. Yang disemprot petugas daerah yang dipinggir jalan, kalau di tengah padang tidak terpantau," katanya.
Sejumlah warga yang ditemui pasca wilayahnya disemprot petugas, mengatakan belalang Kembara masih ada bahkan jumlahnya lebih banyak dari sebelumnya.
Windi Kelimanda (56), warga RT 14/RW 05 Kelurahan Watumbaka mengatakan, "Sudah dilakukan penyemprotan di beberapa titik. Semprot siang malam. Tapi yang saya lihat malah belalang semakin banyak."
Kondisi yang sama ditemuman di Desa Maubokul. Mantan kepala Desa Maubokul, Melkianus Umbu Rehi alias Umbu Nai Hapu menjelaskan tim satgas pengendalian sudah beberapa kali melakukan penyemprotan.
"Yang disemprot yang merayap, dan langsung mati. Sampai hari ini tidak ada belalang merayap. Tapi yang terbang masih banyak. Sesuai pengamatan kami, banyak yang sudah bertelur. Yang melekat di rumput masih banyak," kata Umbu Nai Hapu.
Rambu Anajawa (33) menyebut sudah enam kali petugas datang menyemprot belalang Kembara di wilayah Maubokul.
"Malam juga petugas datang semprot. Tapi saya lihat sama saja. Semakin hari bertambah. Di padang masih banyak, mereka bergerak semakin dekat rumah," ujar Rambu Anajawa. (aca)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/hama-belalang-di-sumba-timur_20160620_093710.jpg)