Berita Flores Lembata Alor
Pasar Pada Lewoleba Sudah Saatnya Jadi Pasar Induk
Sudah saatnya Pasar Pada dijadikan sebagai pasar induk di Kabupaten Lembata. Pasalnya, selain ramai oleh aktivitas jual beli, pada hari Senin setiap m
Penulis: Frans Krowin | Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Frans Krowin
POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Sudah saatnya Pasar Pada dijadikan sebagai pasar induk di Kabupaten Lembata. Pasalnya, selain ramai oleh aktivitas jual beli, pada hari Senin setiap minggu, pasar ini juga penuh sesak oleh warga yang datang dari pelosok-pelosok desa untuk berjualan.
Harapan ini disampaikan Polce Tukan, Rudi, Irwan, dan beberapa warga lainnya, ketika ditemui Pos Kupang di pasar tersebut, Jumat (8/7/2016) siang.
Mereka dimintai pendapat tentang keberadaan pasar itu yang semakin ramai oleh aktivitas jual beli.
"Di Lewoleba ini memang ada beberapa pasar. Pasar Pada, Pasar Lamahora dan Pasar ikan di TPI. Tapi dari tiga tempat ini, Pasar Pada lebih ramai. Tak hanya ramai oleh penjual dan pembeli, tapi ramai juga oleh aneka barang yang diperjualbelikan. Kalau timbang hasil bumi, pasti di sini tempatnya," tutur Polce Tukan.
Dikatakannya, selama ini Pasar Pada merupakan pasar mingguan. Pasar ini ramai setiap Senin dan beberapa bulan terakhir, ramai juga pada hari Kamis. Tapi akhir-akhir ini, mulai Sabtu petang, warga yang tinggal di pedalaman mulai berdatangan ke pasar ini untuk berjualan Senin.
Ketika warga dari Desa Udak, Lawuka, Uruor, Belame, Boto, itu datang, mereka membawa aneka komoditi. Ada ubi kayu, ubi jalar dan aneka ubi lainnya. Juga kunyit, lombok, jahe, tomat tanpa pupuk kimia, kemiri, jambu mente, kopi, kakao dan lainnya.
Tatkala karung berisi komoditi diturunkan dari kendaraan, ada yang langsung dibeli. Mereka yang beli itu umumnya datang dari Pasar Lamahora dan pedagang lainnya di Lewoleba. Bila langsung beli dari produsen, maka harga yang diperoleh relatif murah.
Harga lombok, misalnya, bila dibeli langsung dari tangan warga desa, maka harga yang diperoleh Rp 30.000/kg. Komoditi ini dijual kembali dengan harga dua kali lipat. Jika dijual eceran, maka pedagang itu memperoleh keuntungan berlipat ganda.
"Dari keadaan seperti ini, kami minta pemerintah untuk segera menjadikan Pasar Pada sebagai Pasar Induk di Lembata. Kalau jadi pasar induk, berarti semua pedagang mendapatkan komoditi dari tempat ini untuk dipasarkan lagi di tempat lain," usul Polce.
Hal serupa disampaikan Rudi, Irwan dan pedagang lainnya.
Menurut Irwan, bila Pada menjadi pasar induk, maka pasar itu akan ramai setiap hari. Para pedagang juga akan berjualan tanpa mengenal waktu. Setiap saat mereka menjajakan barang dagangannya, setiap saat pula konsumen mengunjungi pasar tersebut.
"Kalau ini sudah jadi pasar induk, maka pasar ini menjadi salah satu ikon untuk Kabupaten Lembata. Ikutannya, adalah warga dari desa-desa tak hanya berjualan pada hari tertentu seperti yang terjadi selama ini. Mereka akan berjualan kapan saja, karena pasar ini selalu ramai setiap hari," ungkap Irwan dibenarkan Rudi dan pedagang lainnya ketika dihubungi Pos Kupang secara terpisah.*
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pasar-pada-lewoleba_20160708_152434.jpg)