Senjata Pemusnah Massal Manusia itulah Narkoba

Narkoba terutama jenis sabu-sabu dan ekstasi yang masuk ke Indonesia banyak berasal dari China.

Editor: Ferry Ndoen
Kompas.com/David Oliver Purba
Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan sabu berbentuk kristal yang disimpan di dalam pipa hidrolik PAM setebal 4 sentimeter. Kepala BNN, Budi Waseso menyebut dari hasil penyelidikan, bandar tersebut masih tergabung dalam jaringan terpidana mati Freddy Budiman 

POS KUPANG.COM - Perang candu I yang terjadi pada tahun 1838-1942 adalah perang antara China dengan Inggris, dimana konfliknya dilatarbelakangi oleh maraknya opium yang dibawa pedagang Inggris ke China.

Sedangkan Perang Candu II (1856-1860), China tak hanya bertempur melawan Inggris tapi Prancis pun terlibat.

Menurut M Arief Pranoto dari Research Associate Global Future Institute dalam bukunya berjudul "Perang Candu: Modus Kolonialisme Menghancurkan Bangsa dengan Harga Murah" bahwa substansi kedua perang di atas sesungguhnya bukan menjadikan China sebagai jajahan, akan tetapi lebih kepada kepentingan perdagangan barat sekaligus melemahkan daya juang rakyat.

Serupa candu adalah narkoba yang kini marak di Indonesia dan banyak yang terlibat dalam penyalahgunaan barang terlarang tersebut baik warga biasa, aparat, maupun pejabat daerah.

Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) sampai 2015, jumlah pecandu narkoba yang direhabilitasi sudah mencapai empat juta jiwa.

BNN memaksimalkan peranan Balai Rehabilitasi yang terletak di empat kota, yaitu Lido, (Bogor), Baddoka,(Makassar), Tana Merah (Samarinda dan Batam.

Keempat Balai Rehabilitasi tersebut telah memberikan pelayanan rehabilitasi kepada 1.593 pecandu, penyalah guna dan korban penyalahgunaan narkotika yang berasal dari berbagai kota di Indonesia.

Menurut Kepala BNN Budi Waseso mengatakan saat ini jumlah pecandu narkoba yang tewas tiap hari di Indonesia dengan rentan 40-50 orang per hari. Bukan hanya korban yang meninggal dunia tapi juga kerusakan organ tubuh yang lambat laun daya tahan tubuh menurun.

Pada sindikat narkoba tersebut terutama dari warga negara asing yang jadi bandar di Indonesia berencana membunuh bangsa Indonesia dengan menggunakan narkoba sebagai senjata pemusnah massal.

Hal tersebut terbukti kebanyakan bandar narkoba yang warga negara asing saat dilakukan tes urine hasilnya negatif, kata Budi. Ini berarti bandar warga negara tidak menggunakan narkoba yang diedarkannya di Indonesia.

Ingin membunuh

Para bandar narkoba senang melakukan pemusnahan massal terhadap para pecandu narkoba, dimana saat ditangkap para bandar kelihatan hanya tertawa tanpa merasa berdosa.

Dan kebanyakan bandar narkoba tersebut adalah jaringan lama dan pemain lama yang dikendalikan dari beberapa lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia.

Hal tersebut terbukti dengan pengungkapan kasus-kasus narkoba yang masih banyak melibatkan jaringan internasional misalnya dengan pelaku yang lama dan masih ada mata rantainya dengan terpidana mati kasus narkoba seperti Freddy Budiman.

Percaya apa tidak ini faktanya, BNN dalam hal ini bukan memprovokasi, tapi ini merugikan negara. Dan sudah ada narapidana yang di Lapas terkait jaringan Freddy Budiman yang dibawa untuk dilakukan pemeriksaan, kata Budi.

Halaman
123
Sumber:
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved