Mario Gerardus Klau

Suara dari Timur

MENGENAL sosok inspiratif yang menggugah. Tentu tidak asing lagi bagi kita. Proklamator bangsa Indonesia Soekarno.

Editor: Agustinus Sape
ISTIMEWA
Mario G Klau 

Oleh: Romo Ino Nahak Berek, Pr
Tinggal di Paroki Nualain

MENGENAL sosok inspiratif yang menggugah. Tentu tidak asing lagi bagi kita. Proklamator bangsa Indonesia Soekarno. Kelahirannya ditandai stigma khas. Sang bunda memberi julukan putra fajar. Entah apa alasannya? Tidak runtut dijelaskan. Ternyata ada keunikan dan harapan. Perjalanan panjang yang dilaluinya (baca: Soekarno) sungguh berliku bahkan melelahkan. Terjun dalam organisasi politik. Diincar kaum kolonial di zaman perjuangan kemerdekaan. Bahkan keluar masuk penjara tidak asing baginya. Optimis menuju impian. Itulah kata kuncinya. Berjuang tanpa menyerah. Ternyata menjadi pegangan tanpa keraguan. Mengapa ia berhasil membawa bangsa ini bersama rakyat Indonesia menuju kemerdekaan? Hanya satu. Pantang mundur.

Apa katanya kepada kaum muda saat memperingati hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1950? "Hai kaum muda ingatlah dengan seksama. Sekali lagi ingatlah. Aku titipkan bangsa ini di atas pundakmu. Maju terus. Jangan pernah berhenti berjuang." Bukankah ungkapan ini telah menghipnotis orang muda di kala itu? Tepuk tangan membelah angkasa. Soekarno menjadi cahaya dalam kegelapan. Membangkitkan semangat orang muda. Berkepribadian inspiratif. Berkata penuh makna. Perjuangannya tinggalkan jejak bagi bangsa kita. Perlukah berguru padanya? Iya. Mengapa tidak? Perjuangan Bung Karno dikenang hingga kini.

Memang tepat nilai perjuangan berdaya positif. Mario Gerardus Klau, putra Malaka-Maumere, NTT. Nama baru di blantika musik Indonesia. Ajang The Voice tahun ini telah mengharumkan namanya menuju kesuksesan besar. Mario sontak tersohor. Memang tak bisa disangkal. Dunia tarik suara menghantarnya (baca: Mario) mencapai akhir perjuangan. Bangga. Kata ini layak terucap tanpa henti. Hadirnya menggoncangkan jagat. Tak ada kata mustahil bila kemampuan dan niat dipadukan.

Sepak terjang Mario berawal dari kesederhanaan. Ia yang dulu memang beda dengan kehadirannya kini. Sepatutnya direkam. Dari yang biasa terlahir pribadi luar biasa. Ketenarannya menjadi inspirasi kaum muda. Bangkitlah. Berjuanglah. Segala kemungkinan bisa menjadi kenyataan. Mimpi pasti membuahkan hasil bila kerelaan untuk keluar dari zona nyaman yang terbentuk dari lemahnya daya kreatif. Merasa puas dengan kemapanan yang dirancang pola pikir sempit. Tanpa harus merasa takut gagal. Segala upaya meraih sukses berawal dari keinginan untuk maju. Ditunjang dengan daya juang tinggi mampu memberi hasil membanggakan. Perjuangan disertai keinginan berujung kesuksesan. Mengenal potensi diri tersembunyi. Justru terpatri langkah maju dari proses berliku.

Perjalanan panjang banyak orang sukses, ternyata dimulai dari liku hidup menantang. Sejenak kita simak. Penulis buku terlaris, John C. Maxwell, New York Times The 21 Irrefutable Laws of Leadership memaknai kegagalan sebagai awal keberhasilan. "Setiap genius pernah menjadi orang gagal tetapi tidak pernah menganggap dirinya sebagai orang yang gagal. Wolfgang Mozart, salah satu penggubah musik genius pernah dikritik oleh Kaisar Ferdinand yang menganggap operanya berjudul The Marriage of Vigaro 'terlalu bising' dan mengandung 'terlalu banyak not'. Pelukis Vincent van Gogh yang lukisannya mencapai rekor tertinggi dalam nilai penjualan, hanya berhasil menjual satu lukisan selama hidupnya. Thomas Edison, penemu paling banyak membuahkan hasil dalam sejarah, pernah dianggap sebagai anak remaja yang sulit diajar. Begitu juga dengan Albert Einstein, pemikir besar di zaman kita, pernah diberitahu oleh seorang kepala sekolah di Munich bahwa ia 'tidak akan pernah menjadi orang yang berarti.'

Rupanya gagal itu pemula meraih kesuksesan besar. Meniti karier dan sukses ditempuh dalam perjalanan panjang dan berproses. Melelahkan. Ditemui kendala. Dirasakan berat dan menantang. Nampak jelas alur pematangan ditempah dalam waktu. Diakui bahwa puncak kesuksesan berawal dari kejatuhan yang pernah dialami. Suka duka bergantian. Bergelulir bersama keinginan yang terus dimatangkan. Kaum muda selayaknya mengamini agar semakin mengenal kemampuan diri. Tidak semata untuk dibanggakan dalam hitungan sesaat tapi berani mengambil tindakan. Menjadikan diri kompetitif dalam keadaan apa pun.

Mario Klau menjadi inspirator kaum muda. Janganlah pernah berpikir suksesnya Mario tanpa pernah alami kegagalan? Ia berani menantang arus. Perhitungan kualitas yang diragukan seakan raib dalam anggapan publik. Kemampuan olah vokalnya menjadi afirmasi bahwa orang bisa berprestasi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Keterbukaan dalam berkompetisi semakin mengangkat tingkat kepercayaan kaum muda untuk bangkit. Muncullah terus prestasi orang muda. Kembangkan sayap kepercayaan diri dalam meraih sukses. Kami merindukan suara dari Timur. Mario Klau memang terbaik.*

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved