Rabu, 15 April 2026

Adakah Politik Dinasti di Kota Kupang?

Menarik, ulasan sang Sosiolog Undana tersebut, dengan melihat seorang Selly Tokan berdasarkan ulasan genealogi

Editor: Dion DB Putra
KOMPAS/PRIYOMBODO
ilustrasi 

Seperti kita ketahui selain perhelatan politik Pilkada Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur dan Lembata 2017, dalam waktu dekat partai politik mengikuti Pilkada Gubernur 2018, Pemilu legislatif 2019 dan Pemilu Preiden 2019. Seorang politisi (pemimpin partai politik) pasti akan berpikir bagaimana strategi memenangkan setiap perhelatan politik tersebut. Tentu bukanlah hal yang mudah untuk memainkan dan mengendalikan ritme politik NTT guna mendapatkan kekuasaan pada setiap peristiwa politik.

Mendapatkan hasil yang maksimal tentu harus pandai mengatur strategi, cara dan bersikap pragmatis seperti sedikit merunduk untuk menempatkan posisi jabatan nomor 2 Pilkada Kota Kupang. Tetapi itulah berpolitik, tidak harus menggapai yang puncak kalau memang sulit jalannya, tetapi cukuplah berpikir pragmatis untuk dapat memenangkan setiap peristiwa politik.

Secara ideal setiap partai besar pasti mengincar jabatan puncak nomor 1 dalam setiap Pilkada, tetapi kadang perlu strategi dan jalan yang panjang untuk menikmati manisnya hasil berpolitik yang jauh lebih besar. Berpolitik harus pandai menyembunyikan hasrat dan harus bersikap pragmatis. Berpolitik tidak bisa hanya untuk memenuhi hasrat kekuasaan, berpolitik harus piawai bermain di atas arus politik untuk bagaimana mendapatkan kekuasaan pada setiap perhelatan politik.

Selain kalkulasi politik kemenangan Pilkada, PDIP telah berpikir jauh untuk menata adanya sistem pengkaderan partai terkait dengan hadirnya regulasi yang membatasi, "seorang yang memangku jabatan pemerintahan (DPR/DPRD) harus mundur dari jabatan DPR/DPRD ketika maju dalam Pilkada". PDIP telah menorehkan sebuah catatan penting bagi setiap partai politik dalam menyiapkan kader yang semata-mata kelak untuk seorang legislator dan kelak menjadi seorang calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Terpenting dari semuanya adalah bagaimana memenangkan politik PDIP dalam Pilkada Kota Kupang, karena akan menjadi barometer pertarungan politik PDIP dalam perhelatan politik ke depan lainnya.

Akhirnya, mari pilih kepala daerah dengan nurani dan sikap rasionalmu, yang terbaik untukmu terbaik untuk rakyat; kepada para calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, selamat bertarung. Kami menanti kemenanganmu dengan ksatria, kalah sudah pasti, menang butuh perjuangan.*

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved