Penjagal Sapi Mogok Dinas Peternakan Sikka Kecewa

Kepala Dinas Peternakan Sikka, Ir. Yunida Pollo mengaku sangat kecewa dengan tindakan para penjagal sapi yang beroperasi di RPH Wairklau.

Laporan Wartawan Pos Kupang, Aris Ninu

POS KUPANG.COM, MAUMERE - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sikka, Ir. Yunida Pollo mengaku sangat kecewa dengan tindakan para penjagal sapi yang beroperasi di RPH Wairklau.

Aksi mogok tersebut, kata Yunida, karena penjagal ternak ingin pihaknya memberikan kebijakan dan memberikan kebebasan agar sapi betina muda dipotong di RPH.

"Aturan sudah ada. Mereka sudah ikut sosialisasi. Kalau semua sapi betina dipotong, jangan heran kalau populasi ternak sapi di Sikka akan habis. Karena itu ada aturan yang ingin kami tegakkan. Sebelum aturan ini kami terapkan sudah ada sosialisasi dengan penjagal sapi. Kami buat aturan karena ingin sapi betina jangan sembarang dipotong. Sapi betina yang biasanya dipotong itu ada aturannya. Kalau sudah delapan tahun bisa dipotong. Masa baru satu tahun dipotong atau masih bunting dipotong. Kalau sudah ada aturan lalu kami langgar kami tidak mau. Nanti lama-lama kami diperiksa KPK karena sudah buat aturan agar sapi betina jangan dipotong kami kasih kebijakkan," kata Yunida, yang ditemui Pos Kupang di RPH Wairklau seusai pertemuan dengan penjagal ternak, Kamis (2/6/2016) pagi.

Desakan dan tuntutan agar ada kebijakan adalah hal yang wajar. Namun Yunida bersikeras karena semua yang meminta kebijakan adalah orang-orang yang sudah ikut sosialisasi dan sudah mengetahui aturan tersebut.

"Aturan yang kami buat sudah ada sosialisasi, bukan baru kami buat dan karang-karang saja. Saya mau katakan kalau semua sapi betina dipotong maka populasi sapi betina lama-lama tidak ada. Karena itu sebelum beli lihat dulu dan sampai ke pemiliknya kalau kami ingin beli sapi jantan dan bukan betina. Kalau sudah tahu aturan ada larangan sapi betina jangan dipotong lalu ketika bawa ke sini untuk dipotong pasti kami tidak izinkan," ujar Yunida. (*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved