Kain Lampin dan Jubah Putih

Dua minggu berselang si ibu terbang dari Alor ke Salatiga.

Editor: Dion DB Putra

Oleh Dr. Pdt. Ebenhaizer I Nuban Timo
Pendeta GMIT, Tinggal di Salatiga

POS KUPANG.COM - Saya mempunyai seorang mahasiswa wali yang sudah dua tahun (6 semester) kuliah senin kamis sehingga IPK-nya merosot menjadi 0.6. Fakultas merencanakan untuk men-DO-kan dia. Sebagai dosen wali saya menelepon ibu anak itu. Dua minggu berselang si ibu terbang dari Alor ke Salatiga. Dengan mata yang basah dan raut wajah mohon pengasihan si ibu meminta saya untuk memberi waktu satu semester lagi bagi si anak. "Saya akan dampingi anak saya. Saya tahu biayanya mahal, tapi sudilah bapak ngomong dengan pimpinan fakultas agar anak saya jangan di-DO-kan."

Saya menceritakan ini untuk mengatakan bahwa ibu dan ayah yang menyayangi anak-anak pasti akan melakukan apa saja demi kebaikan anak-anak. Inilah juga yang kita baca tentang ibu dari anak-anak Zebedeus seperti yang dikisahkan dalam Matius 20:20-28. Ibu ini datang kepada Yesus dan meminta hal yang terbaik bagi kedua orang anaknya: Yakobus dan Yohanes. Dia tahu bahwa permintaan itu janggal dan relatif kurang sopan. Tapi ia toh memberanikan diri. Ia meminta Yesus memberikan posisi yang penting bagi kedua anaknya.

Saya membaca khotbah dari seorang pendeta tentang teks ini di website. Baru saja khotbah itu mulai, si pendeta berkata begini: "Ibu Yakobus dan Yohanes menawarkan anak-anaknya supaya ketika Yesus berada di kemuliaan-Nya, mereka mendapat jabatan ring satu." Lalu dia bilang: "Permohonan ini sungguh-sungguh kasar dan picik." Saya kaget. Sewaktu kecil, saya biasa mendengar almarhum Mama berdoa minta Tuhan supaya Tuhan memberikan yang terbaik bagi kami anak-anaknya. Apakah salah kalau orang tua meminta kepada Tuhan hal-hal yang terbaik bagi anak-anaknya?

Saya benar-benar terkejut waktu membaca penilaian negatif terhadap perbuatan ibu anak-anak Zebedeus. Ya...! Gampang sekali kita mencela ibu ini, padahal hampir pasti semua ibu, termasuk ibu dari si pendeta itu juga meminta hal yang sama kepada Tuhan.

Setiap ibu punya ambisi supaya anak-anaknya menjadi orang terkemuka. Anak-anak juga punya kerinduan serupa. Ambisi pada dirinya sendiri bukan sesuatu yang jahat. Saya bangun pagi-pagi dan berkemas ke tempat kerja karena saya berambisi. Istri saya bangun untuk menyiapkan bubur dan teh saat matahari belum terbit dan ketika penghuni rumah masih tidur lelap supaya anak-anaknya bisa menjadi manusia jempol.

Tanpa ambisi apalagi jika ambisi untuk hal-hal yang positif, maka hidup akan menjadi tawar. Ibu dari anak-anak Zebedeus memiliki ambisi yang positif. Ia bahkan memberitahukan ambisinya itu kepada Yesus. Apakah itu salah?

Yesus juga tidak menolak permintaan si ibu. Dia membuat komentar yang tujuannya membuat si ibu dan kedua anaknya melihat dengan jelas apa sebenarnya yang mereka minta. Ambisi orang tua bagi anak-anak adalah baik, tetapi seringkali ada bahaya yang tidak orang tua sadari, yakni mereka cenderung memaksakan ambisi mereka kepada anak-anak. Saya kenal satu keluarga. Mereka dikaruniai anak tunggal. Si ayah berambisi anaknya menjadi dokter. Satu tahun menjalani kuliah kedokteran, si anak menelepon saya.

"Bapa pendeta. Saya tidak mau jadi dokter. Saya lebih suka jadi pendeta. Saya coba ikut permintaan ayah. Sudah satu tahun saya kuliah, tetapi saya tidak bisa konsentrasi. Bapa pendeta tolong daftar saya di fakultas teologi. Bapa pendeta juga bantu saya ngomong dengan ayah." Si anak sekarang kuliah teologi tahun ketiga. Awalnya si ayah marah pada anaknya, juga marah kepada saya. Tapi sekarang semua sudah kembali normal.

Ini contoh konkret bahwa tidak selalu cita-cita orang tua bagi anak jatuh sama dengan cita-cita anak. Baiklah orang tua ingat bahwa rencana mereka bagi anak-anak tidak seringkali berbeda kehendak anak-anak dan juga kehendak Allah. Pernyataan Yesus kepada ibu anak-anak Zebedeus: "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta" bukan untuk mencela, melainkan untuk membuat si ibu belajar menyesuaikan kehendaknya dengan kehendak anak-anaknya dan dengan kehendak Tuhan.

Yesus tidak hanya berbicara dengan si ibu. Dia juga berbicara dengan kedua anak dari ibu tadi: "Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Pertanyaan ini juga tidak mengandung maksud menolak permintaan mereka. Yesus menunjukkan kepada mereka harga yang harus mereka bayar jika menghendaki posisi di ring satu dalam jajaran para pengikut Yesus. Pendapat umum di kalangan warga gereja tentang mengikuti Yesus biasanya bercorak triumfalis, artinya mengikuti Yesus adalah jaminan sukses, menjalani jalur tol (bebas hambatan) dan telah mengantongi voucher masuk sorga. "Aku anak raja! Engkau anak raja! Kita semua anak raja!" Lalu ini boleh kita sebut mewakili gambaran umum orang Kristen tentang hidup sebagai pengikut Yesus.

Gambaran ini tidak sepenuhnya salah. Yesus sendiri tidak menyangkali hal itu. Dia berkata kepada kedua anak Zebedeus: "Hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya." Yesus mau katakan bahwa hal itu merupakan urusan nanti, di masa depan. Sang Bapa, yakni Allah akan menentukan hal itu. Yesus lalu mengajak Yakobus dan Yohanes mengarahkan perhatian kepada masa kini. Hidup masa kini dari para pengikut Yesus bukan hidup sebagai pangeran atau putri raja, melainkan sebagai serdadu, karena kehidupan masa kini dari para pengikut Kristus adalah sebuah peperangan (Ef.6:12). "Laskar Kristen Maju Masuklah Perang." Setidak-tidaknya perang melawan nafsu untuk menjadi besar dan berkuasa dan belajar menjadi serdadu yang siap menjalankan perintah dan taat mengerjakan tugas-tugas.

Yesus tidak ingin menjanjikan masa depan secara instan, cepat saji, sebab menurut Yesus apa yang akan diperoleh di masa depan, di dalam kerajaan Sang Bapa memiliki hubungan erat dengan apa yang dijalani dan dilakukan pada masa kini. Jelasnya kunci untuk dapat duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus pada masa Dia dinyatakan sebagai raja oleh Allah adalah pada bagaimana menjalani kehidupan pada masa kini. Jalan untuk mendapatkan kemenangan, kehormatan, kebesaran dan triumfalisme di masa depan bukan jalan yang lebar dan bebas hambatan. Yesus menggambarkan jalan itu dalam ayat 27 dan 28 dengan kata melayani. Mereka yang mau berada di ring satu bersama Yesus, pada masa kini harus hidup sebagai pelayan-pelayan.

Di sorga, orang kaya dalam cerita Yesus tentang Lazarus, tidak berada di ring satu bersama Bapa Abraham karena selama hidupnya di bumi dia tidak menjalani hidup dalam semangat sebagai hamba. Selama di bumi, demikian dikatakan Lukas kepada kita: "Orang kaya yang itu selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan (Luk. 16:19). Tentu ini tidak bermaksud mencela pesta-pesta yang kita adakan. Tidak! Yang dicela dari hidup orang kaya itu ialah tak pernah ada padanya niat untuk melayani sesama, termasuk Lazarus yang selalu mengemis di depan rumahnya.
"Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu" (Mat. 20:26-27).

Inilah nasehat Yesus kepada dua orang anak Zebedeus yang memiliki hasrat untuk diizinkan menjadi orang-orang di ring satu dalam Kerajaan Sorga. Dalam kitab Wahyu (6:11; 7:9) orang-orang berada di ring satu di sekitar tahta Allah digambarkan sebagai yang berpakaian jubah putih. Itu adalah pakaian kebanggaan. Setiap orang menginginkan pakaian itu. Yakobus dan Yohanes juga mendambakannya. Mereka mendorong si ibu untuk meminta hal itu pada Yesus. Meminta kepada Yesus hal-hal terbaik untuk kehidupan kini dan nanti, bukanlah hal yang salah dan harus dicela. Salah seorang penjahat di atas salib juga meminta hal itu dari Yesus. Makin banyak orang datang kepada Yesus dengan membawa permohonan seperti ibu anak-anak Zebedeus justru makin baik. Bahkan Yesus sendiri menugaskan murid-muridNya untuk itu seperti yang kita baca dalam Matius 28:19-20.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved