Tour de Flores

Menyongsong Tour de Flores (2)

Adapun peserta, hingga artikel ini ditulis, terdiri dari 20 tim asing dari 4 benua (Eropa, Amerika, Australia dan Asia)

Editor: Dion DB Putra

Oleh Even Edomeko
Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Disbudpar Sikka
Tinggal di Maumere

POS KUPANG.COM - Seiring dengan dimasukkannya Tour de Flores (TdF) ke dalam kalender event pariwisata tahunan oleh Kementerian Pariwisata, pada awal Maret 2016 Organisasi Sepeda Balap Dunia (UCI-Union Cycliste Internationale) pun telah memasukkan TdF dalam kalender tetapnya sebagai event resmi UCI kategori Asia Tour kelas 2.2 (satu level dengan Tour de Singkarak dan Tour de Ijen), berjadwal 19 -23 Mei (www.uci.ch/road/calendar/).

Adapun peserta, hingga artikel ini ditulis, terdiri dari 20 tim asing dari 4 benua (Eropa, Amerika, Australia dan Asia), 2 tim nasional, dan 1 tim pebalap NTT. Setiap tim terdiri dari 6 atlet dan 4 pendamping. Keseluruhannya berjumlah 230 orang, belum termasuk ofisial dan marshal.

Selain pebalap profesional tersebut, telah terjadwal dan pasti hadir adalah 150 orang peserta touring, yang merupakan wisatawan murni, yang menikmati panorama alam indah Flores sambil bersepeda (funbike).

Sementara dari panitia penyelenggara, jadwal TdF 2016 adalah 16 -26 Mei 2016 dan terdiri dari tiga bagian, yaitu: pre event, main event dan post event.

Pre event (16-18 Mei): diisi kegiatan touring dan funbike, mengunjungi destinasi wisata di kawasan Timur Flores. Semula, direncanakan seluruh pebalap, setelah tiba di Maumere (16 Mei), menuju Moni dan menikmati keelokan Danau Triwarna Kelimutu, lantas menikmati wisata bahari Pantai Koka Maumere, seterusnya ke Larantuka. Namun, jadwal kemudian berubah, para pebalap akan menghabiskan masa pre event di Lembata.

Main event (19-23 Mei): race sesungguhnya. Para pebalap profesional itu akan menempuh jarak 661,5 km, mulai dari Kota Reinha Larantuka, Etape I Maumere, Etape II Ende, Etape III Bajawa, Etape IV Ruteng, dan Etape V/Finish di Labuan Bajo. Pada setiap etape pebalap akan bermalam, dan berkesempatan menikmati suguhan atraksi budaya di setiap kabupaten singgahan. Post event (24-26 Mei), pebalap dan pesrta touring menikmati semua destinasi wisata Labuan Bajo.

Dampak TdF
Ada beberapa dampak yang diharapkan dari kegiatan TdF. Pertama, makin dikenalnya keindahan pariwisata Flores ke dunia melalui promosi besar-besaran. Menpar Arief Yahya, dalam sambutan launching TdF, mengatakan bahwa 90% dana bantuan Kemenpar untuk TdF akan ia gunakan untuk promosi di luar negeri.

Hal ini telah ia laksanakan dengan meminta video pendek (footage) destinasi tiap kabupaten untuk dimasukkan dalam iklan televisi luar negeri dan iklan itu kini tengah ditayangkan. Di samping itu, telah dibentuk ofisial media partner dengan berbagai media massa, baik elektronik, cetak, maupun online, dalam dan luar negeri, nasional pun lokal; misalnya: CNN, EUROsport, MetroTV, TV-One (televisi); Kompas, Suara Pembaruan, Pos Kupang (koran), dll.

Kedua, pembangunan infrastruktur Flores telah menjadi salah satu target capaian TdF sebagaimana direncanakan Menko Rizal Ramli. Untuk permulaan, infrastruktur yang akan diperbaiki selama Maret-April 2016, berdasarkan laporan Tim Survey yang juga beranggotakan Kementerian Pekerjaan Umum itu, meliputi: 217,52 km (dari kondisi sedang menjadi baik), 11,44 km (dari kondisi rusak ringan), dan 0,50 km (dari kondisi rusak berat). Ke depan, peningkatan infrastruktur akan merambah juga ke jalur di luar jalan negara, khususnya ke lokasi obyek wisata.

Ketiga, peningkatan kunjungan dan belanja wisatawan ke Flores (Lihat Tabel).

Target Kunjungan dan Belanja Wisatawan Mancanegara
Tahun Jumlah Kunjungan Jumlah Belanja
Tahun Pertama, 2016 100.000 orang US$ 200 juta atau Rp 2,7 triliun.*)
Tahun Kedua, 2017 200.000 orang US$ 400 juta, setara Rp 5,6 triliun. **)
Tahun Ketiga, 2018 300.000 orang US$ 600 juta, setara Rp 8,4 triliun. **)
Tahun Keempat, 2019 400.000 orang US$ 800 juta, setara Rp 11 triliun. **)
Tahun Kelima, 2010 500.000 orang US$ 1 miliar, setara Rp 14 triliun. **)
*) Asumsi kurs Rp 13.900 per dolar AS.
**) Asumsi kurs Rp 14.000 per dolar AS.
***) Asumsi pengeluaran wisman US$ 500 per hari dan lama tinggal 4 (empat) hari, total US$ 2.000 per kunjungan.

Target Kunjungan dan Belanja Wisatawan Nusantara
Tahun Jumlah Kunjungan Jumlah Belanja
Tahun Pertama, 2016 250.000 orang Rp 1 triliun. *)
Tahun Kedua, 2017 500.000 orang Rp 2 triliun. *)
Tahun Ketiga, 2018 800.000 orang Rp 3,2 triliun.*)
Tahun Keempat, 2019 1.150.000 orang Rp 4,6 triliun. *)
Tahun Kelima, 2010 1.600.000 orang Rp 6,4 triliun. *)
*) Lama tinggal empat (4) hari dengan total belanja Rp 4 juta atau Rp 1 juta per hari.
Target Belanja Wisatawan Mancanegara dan Nusantara
Tahun Jumlah Belanja
Tahun Pertama, 2016 Rp 3,7 triliun
Tahun Kedua, 2017 Rp 7,6 triliun
Tahun Ketiga, 2018 Rp 11,6 triliun
Tahun Keempat, 2019 Rp 15,6 triliun
Tahun Kelima, 2010 Rp 20,4 triliun
(Sumber: Paparan Kemenko Maritim dan Sumber Daya)

Keempat, pertumbuhan sektor-sektor pendukung: pertanian, perikanan, industri rumah tangga, suvenir, dll. Ketika kunjungan wisatawan, lama tinggal, dan belanjanya meningkat, maka dengan sendirinya sektor-sektor pendukung tersebut akan terpacu maju, membentuk jejaringan industri pariwisata.

Berbenah
Menyongsong event nasional besar TdF yang demikian itu, pemerintah kabupaten-kabupaten sedaratan Flores dan Lembata perlu merangkul segenap lapisan masyarakat, terutama para pegiat seni-budaya dan pelaku pariwisata guna berbenah diri, memperbaiki semua infrastruktur obyek pariwisatanya, dan meningkatkan kualitas sapta pesonanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved