Minggu, 12 April 2026

Tito-Rudy Buru Santoso di Hutan Poso

Rudy Sufahriadi pernah menjadi Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT

Editor: Marsel Ali
Pos Kupang/ant
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigjen Pol. Rudy Sufahriadi. (ANTARA Foto/Reno Esnir) 

POS KUPANG.COM, PALU - Dua orang pejabat penting di tingkat pusat dan daerah terkait penanganan terorisme di Poso, Sulawesi Tengah, dilantik dalam waktu yang hampir bersamaan.

Brigjen Polisi Rudy Sufahriadi dilantik sebagai Kapolda Sulawesi Tengah pada Selasa (15/3) dan sehari kemudian Irjen Polisi Tito Karnavian dilantik sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Rudy Sufahriadi pernah menjadi Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT.

Pernyataan awal Tito dan Rudy setelah dilantik mirip, terkait komitmen untuk menangkap pentolan terorisme yang paling diburu polisi dan tentara Indonesia dewasa ini yakni Santoso.

"Saya akan pimpin langsung operasi perburuan Santoso. Saya akan berkantor di Poso," kata Rudy, alumnus Akademi Kepolisian 1988 itu kepada wartawan usai dilantik Kapolri di Jakarta.

Tiba di Palu, Rudy langsung menarik ke Palu Wakapolda Sulteng Kombes Leo Bona Lubis yang ditugaskan memimpin Operasi Tinombala dan berkantor di Poso sejak Januari 2016.

"Saya yang akan berkantor di Poso dan memimpin langsung Operasi Tinombala, sedang pak Waka (Wakapolda) berkantor di Palu," ujarnya.

Pernyataan yang mirip dikemukakan Tito Karnavian yang naik pangkat menjadi jenderal polisi bintang tiga usai dilantik menjadi Kepala BNPT oleh Presiden di Istana Kepresidenan.

"Saya akan fokus jangka pendek mengenai Poso," kata lulusan Akpol 1987 ini.

"Operasi Tinombala sedang berjalan. Polri didukung TNI. Saya juga jadi fokus utama untuk itu karena saya 1,5 tahun di sana (Poso) dan saya malah sudah buat buku 500 halaman," kata mantan Kepala Densus 88 Polri dan Kapolda Papua itu.

Ketika menggelar silaturahmi perdana dengan jajaran pers di Mapolda Sulteng di Palu, Rabu, Rudy Sufahriadi yang pernah menjabat Kapolres Poso 2005-2007 itu tampak sangat sukacita ketika diminta komentarnya mengenai pelantikan Tito Karnavian sebagai Kepala BNPT.

"Saya yakin kehadiran pak Tito di BNPT akan sangat membantu penangkapan Santoso dan juga program deradikalisasi di Kabupaten Poso," katanya.

Rudy yang digelari pula sebagai pakar teroris Poso itu mengaku sudah melakukan kontak dengan Irjen Pol Tito Karnavian sebelum pelantikannya.

"Beliau sudah bilang ke saya: dinda, kalau saya dilantik jadi Kepala BNPT, nanti kita sama-sama lagi di Poso ya," ucap Rudy menirukan ucapan Tito Karnavian.

Karena itu, lelaki kelahiran Cimahi 1965 itu mengaku sangat berharap Kepala BNPT baru ini segera berkunjung ke Poso.

Sumber:
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved