Kalau Kalah Lagi dalam Pilpres, Golkar Sebaiknya Jadi Ormas

Sebab, siapa pun yang nantinya akan memimpin Golkar memiliki tugas penting untuk memenangkan Golkar pada Pileg dan Pilpres 2019.

Editor: Alfred Dama

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Politisi senior Partai Golkar, Hajriyanto Y Thohari, mengingatkan agar penyelenggaraan musyawarah nasional Partai Golkar harus bersih dari praktik politik uang.

Sebab, siapa pun yang nantinya akan memimpin Golkar memiliki tugas penting untuk memenangkan Golkar pada Pileg dan Pilpres 2019.

"Munas mendatang harus dilangsungkan secara demokratis, (bersifat) rekonsiliasi, dan berkeadilan," kata Hajriyanto saat diskusi bertajuk "Mau Kemana Golkar?" di Jakarta, Minggu (21/2/2016).

Sejauh ini, sudah ada empat kader Golkar yang telah menyatakan diri untuk maju sebagai calon ketua umum, yaitu Aziz Syamsudin, Idrus Marham, Mahyudin, dan Roem Kono.

Ia menekankan, siapa pun yang akan maju harus bisa menahan diri untuk tidak melakukan politik uang guna memuluskan jalannya.

Dia menambahkan, Golkar harus belajar dari pengalaman pilpres selama tiga periode terakhir. Untuk itu, figur yang benar-benar memiliki kredibilitas tinggi diperlukan agar partai berlambang pohon berigin itu bisa memenangi pileg dan pilpres.

"Tiga kali pilpres kalah terus, masa pilpres keempat mau kalah lagi? Ya jadi ormas saja kalau kalah lagi," kata dia.*

Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com  atau http://kupang.tribunnews.com

Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved