Inovasi Pendidikan
Potongan kata-kata bombastis di atas hanya sekedar sentilan, bahwa itulah hasil dunia
Lembaga pendidikan selevel dengan lembaga bisnis dalam pelayanan jasa karena di sana terjadi transaksi keuangan antara sekolah dan siswa, menjadikan siswa dan orang tua sebagai pelanggan utama. Oleh karena itu wajib melayani sebaik-baiknya untuk menjamin kepuasan pelanggan yaitu peserta didik melalui sarana prasarana yang standar, ketersediaan guru yang pantas, dan persiapan waktu para guru untuk membimbing siswa sampai mahir. Pendidikan yang mahal tidaklah menguntungkan tetapi pendidikan yang bermutu tidaklah murah.
Jadi, peralihan SMA/SMK ini tidak sebatas mengumpulkan dokumen sekolah, tidak sekedar menyimpan daftar nama siswa, dan tidak hanya untuk memperbaiki nasib guru, tetapi menggairahkan semangat inovasi baru dan pemikiran kreatif oleh pakar untuk pikir pendidikan.*