ISIS Serang Sarana Utama Minyak Libya

awalnya melakukan serangan bom mobil bunuh diri di pos pemeriksaan militer di jalan masuk kota Al Sidra, yang menewaskan dua tentara

Editor: Ferry Ndoen
zoom-inlihat foto ISIS Serang Sarana Utama Minyak Libya
(REUTERS/Esam Al-Fetori)
Seorang pemberontak menunjukkan bangunan yang dibom NATO, di Brega, Sabtu (13/8). Kantor berita negara Libya menyatakan serangan udara NATO telah menewaskan enam pria di Brega. NATO mengatakan target mereka adalah dua kendaraan bersenjata di sana.

Namun, kekacauan telah memaksa sebuah kemerosotan produksi yang besar.

Negara itu berada di tempat yang diperkirakan menyimpan cadangan minyak sebesar 7 triliun liter dan menjadi yang terbesar di Afrika.

Libya telah memiliki administrasi pesaing pada 2014, ketika sebuak aliansi milisi menguasai Tripoli dan memaksa pemerintah melarikan diri ke bagian timur.

PBB sedang menekan kedua belah pihak untuk menerima sebuah kesepakatan pembagian kekuasaan yang diharapkan akan membantu membalikkan perolehan yang didapatkan oleh kelompok bersenjata IS.

Pada 17 Desember di bawah arahan PBB, para duta dari kedua belah pihak dan sejumlah tokoh politik lainnya menandatangani sebuah perjanjian untuk sebuah pemerintahan yang bersatu.

Itu membentuk pemerintahan beranggotakan 17 orang dengan pebisnis Fayez el Sarraj sebagai Perdana Menterinya dan bermarkas di Tripoli.

Duta besar Inggris di Libya, Peter Millet, mengutarakan kekhawatirannya terkait perkembangan terbaru.

"Sangat khawatir oleh adanya laporan yang menyebutkan serangan kelompok bersenjata IS di Sidra dan Ras Lanuf. Memperkuat kebutuhan bagi para masyarakat Libya untuk mendukung pemerintahan kesepakatan nasional," katanya dalam Twitter-nya. *)

Sumber:
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved