Selasa, 14 April 2026

GBY-ULP Klarifikasi Isu Negatif Saat Kampanye di Hmbalang-Sumtim

Gimana dikatakan tidak ada perubahan? Kalau yang katakan orang yang sama dengan saya di pemerintah, selama ini dimana? Omong yang jujur dan objektif

Penulis: Alfons Nedabang | Editor: Ferry Ndoen
Alfons Nedabang
DI KAMPUNG BARAT -Pasangan calon GBY-ULP saat tiba di Kampung Barat, Kelurahan Hambalang, Senin (16/11/2015) malam. 

POS KUPANG.COM, WAINGAPU- Calon bupati dan calon wakil bupati Sumba Timur, Drs. Gideon Mbilijora,M.Si-Umbu Lili Pekuwali, ST, M.T kampanye rapat terbatas di Kampung Barat, Kelurahan Hambalang, Senin (16/11/2015) malam. Pasangan yang dikenal dengan sandi politik GBY-ULP ini mengklarifikasi berbagai isu negatif.

Setidaknya ada tiga isu negatif yang dihembuskan untuk 'menyerang' pasangan nomor 1 yang diusung Partai Golkar, PDIP, Partai Demokrat dan Partai Hanura.

Pertama mengenai Umbu Lili Pekuwali yang dianggap 'masih hijau'. Mantan Kabag Pembangunan Setda Sumba Timur ini dinilai belum berpengalaman memimpin.

Kedua mengenai hasil pembangunan. GBY yang sudah menjadi bupati kurang lebih selama 8 tahun, dinilai tidak membawa perubahan nyata bagi Sumba Timur, lebih khususnya lagi Kota Waingapu.

Ketiga, mengenai kebiasaan meneguk minuman beralkohol.

GBY yang berbicara terakhir setelah jurkam lainnya, menegaskan, Umbu Lili bukan anak 'kemarin sore'. "Mungkin yang menyampaikan itu karena (saya) tidak pilih dia," katanya disambut tepuk tangan pendukungnya.

GBY membantah pendapat/pandangang tentang Sumba Timur tidak ada perubahan selama kepemimpinannya. Menurutnya, penilaian seperti itu sangat tidak objektif.

"Gimana dikatakan tidak ada perubahan? Kalau yang katakan orang yang sama dengan saya di pemerintah, selama ini dimana? Omong yang jujur dan objektif," tandasnya.

Menurutnya, selama memimpin dia sering berkantor di desa dan kecamatan. Perubahan yang sudah dirasakan, yaitu semua desa sudah masuk mobil karena telah dibangun jalan-jalan. "Orang hanya lihat di kota (Waingapu), tidak pernah ke desa," ujar GBY.

GBY mengatakan, infrastruktur dalam kota akan terus dibenahi, termasuk masalah air bersih dan persampahan. Pelayanan untuk kepentingan publik terus dilaksanakan.

Mengenai mabuk alkohol, GBY mengatakan, "ada yang bilang saya mabuk (alkohol) saat di rumahnya Umbu Yadar di Nggonggi. Sampai saya dingkat. Ada yang foto lalu sebarkan foto. Tapi saya tidak balas. Biarkan Tuhan yang balas," ucap GBY.

ULP yang berbicara sebelum GBY, menegaskan, sudah terjadi perubahan di Sumba Timur selama lima tahun terakhir.

"Banyak yang sudah dibuat. Coba ke Padadita, disana sudah ada perubahan. Sejak dibangun jembatan Banubara, sudah banyak pembangunan disana. Harga tanah juga sudah naik. Tampilan kota (Waingapu) juga ada perubahan. Dulu tidak ada trotoar, sekarang sudah adan dan membuat orang nyaman," kata ULP.

Dikatakannya, APBD Sumba Timur diarahkan fokus pembangunan ke desa-desa. Daerah terisolir seperti Kabanda yang ada di puncak sudah dibuka jalan dan kendaraan sudah masuk. Jadi, fokus kerja di desa-desa," ujarnya.

Dikatakannya, hasil survei menyatakan bahwa sebanyak 72 persen masyarakat Sumba Timur merasakan apa yang sudah dibuat oleh GBY selama memimpin.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved