Mengenal Si Manis dari SoE

Satu versi mengatakan, bibit jeruk keprok SoE dibawa oleh bangsa Belanda saat zaman penjajahan dahulu.

Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG/MUHLIS AL ALAWI
Jeruk SoE 

Lain petani, lain pula pedagang jeruk keprok SoE, Steven Tlonain (31), penjual jeruk keprok SoE di Km 3 Jalan Timor Raya, mengatakan, rasa jeruk SoE memang khas, dominan manis bercampur asam. "Rasanya masih tetap sama, meskipun ada yang lebih asam. Kalau ukurannya, dulu ukuran jeruknya besar-besar, bisa melebihi ukuran bola tenis lantai. Tetapi sekarang, ukuran jeruk keprok SoE ini jauh lebih kecil," kata Steven.
Steven mengambil jeruk itu dari tangan papalele di Mollo Utara. "Biasanya papalele memiliki modal besar sehingga mereka langsung beli dari pohonnya. Saya ini tangan ketiga," kata suami dari Yermince Selan. Menurut Steven, harga jual jeruk keprok SoE bervariasi mulai dari yang berukuran besar untuk satu dos bimoli dijual Rp 350.000 -Rp380.000. Sedangkan jeruk ukuran kecil harga jual per dos bimoli Rp 200.000.

Pembeli jeruk selain orang SoE, ada juga dari Kupang, Kefamenanu dan Atambua. Mereka umumnya membeli jeruk keprok SoE sebagai oleh-oleh khas dari SoE ketika berkunjung dan melintasi Kota SoE. "Dalam sehari pendapatan saya bisa mencapai Rp 1 juta jika sedang ramai. Kalau sepi, saya hanya dapat untung Rp 500 ribu," kata Steven.
Untuk meningkatkan promosi jeruk keprok SoE, salah satu caranya, kata Steven, pemerintah harus memperbaiki bangunan lapak jualan pedagang jeruk keprok SoE dengan bangunan permanen yang berlogo.

"Dengan lapak yang permanen, kami bisa lebih nyaman berjualan. Tidak mengapa kalau pemerintah menarik retribusi dari pedagang, asalkan tempat berjualananya baik. Selama ini kami belum ditarik retribusi jualan," ujarnya.

Hal senada dikatakan pedagang Yuliana Missa (46), yang membeli jeruk keprok SoE dari Mollo Utara dan dijual kembali di Pasar Buah Km 3 SoE. "Kasihan terpal yang kami gunakan sebagai atap sudah robek. Dinding lapak dari bahan bebak juga banyak yang sudah berlubang dan rusak," kata Yuliana, diamini pedagang Yermi Bansoleh (29).
Albert Saudale, dan Yopsi Suinbala, sopir angkota mengaku senang makan jeruk keprok SoE karena rasanya yang khas, manis bercampur asam. "Biasanya untuk makanan pencuci mulut seusai makan siang atau makan malam," ujar Albert. (dion kota)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved