Aksi Balas Prajurit TNI dengan Polisi Jangan Dikaitkan dengan Institusi
Rentetan kasus aksi balas dendam antara anggota TNI dan Polri di Sulawesi Selatan memaksa kedua institusi itu bekerja sama untuk meredam dampak buruk
POS KUPANG.COM, MAKASSAR -- Rentetan kasus aksi balas dendam antara anggota TNI dan Polri di Sulawesi Selatan memaksa kedua institusi itu bekerja sama untuk meredam dampak buruk yang mungkin berlanjut.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulselbar, Komisaris Besar F Barung Mangera, Senin (10/8/2015) mengatakan, Polri dan TNI saat ini terus menjalin kerjasama, termasuk untuk menuntaskan dua perkara di Kabupaten Gowa, terkait konflik anggota TNI dengan Polri.
"Nantinya hubungan ini menjadi hubungan emosional dalam arti kedua institusi ini saling memerlukan," kata Barung.
Sementara itu, menanggapi hal yang sama Kepala Penerangan Kodam VII Wirabuana (Kapendam) Kolonel I Made Sutia, dalam kesempatan terpisah, mengatakan, rentetan kasus yang terjadi di Sulsel tidak berkaitan dengan institusi. Menurut Sutia, kejadian itu hanya dilakukan oleh segelintir anggota TNI maupun Polri. "Ya jangan bawa institusi ya. Itu ulah segelintir oknum saja," kata Sutia lewat pesan singkatnya.
Sejauh ini, TNI-Polri melakukan aksi pengungkapan dan pencegahan meluasnya kasus di Lapangan Syekh Yusuf dan Bundaran Samata, Kabupaten Gowa. Perencanaan aksi itu ditandatangani oleh Asisten Operasi Kodam VII Wirabuana, Kolonel Arkamelvi Karmani.
Sebelumnya diberitakan, seorang anggota Batalion 726/TML Praka Hasbullah, menjadi korban pengeroyokan anggota Brimob Detasemen A Polda Sulselbar. Selanjutnya, kedua Polisi lalulintas Polda Sulselbar yang menjadi sasaran balas dendam di Dusun Karamaka, Desa Bantimanurung, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Senin (15/6/2015) sekitar pukul 22.15 Wita.
Peristiwa tersebut bermula ketika Praka Hasbullah melintas di lokasi kejadian seusai menghadiri pesta pernikahan temannya, Pratu Yahya, di Desa Togo-togo, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, sekitar pukul 17.40 Wita. Mobil yang ditumpangi anggota Brimob itu menyenggol motor Praka Hasbullah.
Di situ, adu mulut sempat terjadi hingga anggota Brimob Detasemen A Polda Sulselbar melakukan pemukulan dan pengeroyokan menggunakan double stick. Setelah melakukan pemukulan dan pengeroyokan, anggota Brimob tersebut langsung meninggalkan lokasi kejadian.
Tidak terima dengan perlakuan anggota Brimob, Praka Hasbullah langsung menghubungi rekannya yang berada di Batalion 726/TML via telepon. Sekitar 40 menit kemudian, 30 anggota Yonif 726/TML datang berboncengan sepeda motor sambil membawa parang, badik, dan tongkat untuk mencari pelaku.
Namun, anggota Brimob tersebut tidak ditemukan. Sekitar pukul 22.10 Wita, anggota Batalion 726/TML mendatangi pos polantas dan menanyakan keberadaan anggota Brimob yang telah mengeroyok Praka Hasbullah.
Salah seorang di antaranya lalu memukul kedua anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jeneponto, Brigadir Santono dan Brigadir Usman yang merupakan piket malam. Kebetulan pada saat itu anggota Kodim 1425/Jeneponto, Pembantu Letnan Dua (Pelda) Sudirman, sedang berada di sekitar lokasi kejadian dan melihat anggota Satlantas Polres Jeneponto dikeroyok.
Sudirman pun berusaha melerai, tetapi malah menjadi sasaran pemukulan. Akibatnya, Brigadir Santono mengalami luka terbuka pada bibir akibat hantaman benda tumpul dan bengkak pada kepala. Brigadir Usman mengalami luka terbuka di belakang telinga dan bengkak pada kepala, sedangkan Pelda Sudirman bengkak pada pelipis sebelah kanan serta bengkak pada dagu.
Peristiwa kedua, anggota Polres Gowa yang melakukan pengamanan di sekitar Bundaran Samata, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa diserang oleh sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK), Kamis (2/7/2015) dinihari.
Satu anggota polisi tewas dan dua anggota lainnya luka-luka. Brigpol Irvanuddin tewas. Sedangkan dua anggota lainnya yang terluka yakni, Brigpol Mus Mus Muliadi dan Bripda Usman menderita luka-luka.
Penyerangan itu terjadi, ketika lima anggota Sabhara Polres Gowa melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian. Tiba-tiba, dari arah Pattallassang, Kabupaten Gowa datang empat mobil diduga Avanza dan Xenia berwarna hitam dan merah yang ditumpangi 20 orang.