Breaking News

Mengenal Sejarah Kota Kupang

Lima Pancasila yang Memudar

Kegiatan Gowes Asik Tribun-Pos Kupang dengan tema Bike to Heritage alias bersepeda mengunjungi situs sejarah ini baru pertama kali digelar di Kupang.

Lima Pancasila yang Memudar - tugu_pancasila_(1).JPG
POS KUPANG/NOVEMY LEO
TUGU PANCASILA --- Tugu Pancasila di Kota Kupang, berada di dekat Teluk Kupang, Benteng Concordia dan Kota Tua Kupang di wilayah Kecamatan Alak, Kota Kupang. Gambar diambil Agustus 2014.
Lima Pancasila yang Memudar - terkelupas1.jpg
POS KUPANG/NOVEMY LEO
TERKELUPAS --- Lima garis pada Tugu Pancasila yang melambangkan lima sila. Kondisi catnya sudah terkelupas karena tidak dirawat (gambar kiri). Ornamen pada bagian Tugu Pancasila yang bermakna Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Bendera, Satu Tanah Air dan Satu Lagu Kebangsaan.
Lima Pancasila yang Memudar - benteng_concordia_(2).JPG
POS KUPANG/NOVEMY LEO
BENTENG CONCORDIA --- Inilah gerbang dari Benteng Concordia. Benteng yang dibangun oleh bangsa Portugis tahun 1600-an itu kini menjadi Markas Yonif 743/SYB Kupang. Gambar diambil awal Agustus 2014.
Lima Pancasila yang Memudar - benteng_concordia.JPG
POS KUPANG/NOVEMY LEO
BUNKER --- Sebuah banker di dalam lokasi Benteng Concordia, yang dibangun oleh Portugis tahun 1600-an.Kini Benteng Concordia itu sudah menjadi Markas Yonif 743/SYB Kupang. Gambar diambil awal Agustus 2014.
Lima Pancasila yang Memudar - TEMPAT_MERIAM.JPG
POS KUPANG/NOVEMY LEO
TEMPAT DUDUKAN MERIAM --- Salah satu tempat dudukan meriam (batu ditengah), yang ada di belakang benteng Concordia (sekarang Yonif 743/SYB Kupang-NTT). Gambar diambil Rabu (20/8/2014).

Kedudukan VOC di Kupang pada waktu itu langsung dipimpin oleh Openhofd J van Der Heiden. Selama VOC menguasai Kupang dari tahun 1653 hingga tahun 1810 telah menempatkan 38 orang Openhofd di Kupang, dan yang terakhir adalah Stoopkert yang berkuasa dari tahun 1808 hingga tahun 1810.

Saat ini, Benteng Concordia menjadi Markas Yonif 743/SYB Kupang.  Yonif 743/Pradnya Samapta Yudha berdiri tanggal 19 Maret 1965. Kesatuan ini berada di bawah Komando Korem 161/ Wira Sakti Kupang, Kodam IX/Udayana. Yonif 743/PSY memiliki empat kompi masing-masing Kompi A dan B di Naibonat, Kabupaten Kupang, Kompi C di Ende dan Kompi D di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.

Berbagai operasi militer telah dijalani. Sejak Orde Lama, pasukan Infanteri 743 Kupang telah menunjukkan pengabdiannya kepada negara. Seperti operasi penumpasan kaum pemberontak Republik Maluku Selatan (RMS) 1950 menjadi awal tonggak peran sertanya.

Kemudian penumpasan pasukan DI/TII di Sulsel tahun 1953 yang terus berlanjut hingga operasi penumpasan pemberontakan G30S/PKI tahun 1965.

Sedangkan selama masa pemerintahan Orde Baru, pasukan Infanteri 743 Kupang yang tergabung dalam tugas Udayana membantu operasi pemulihan keamanan Irian Barat tahun 1968. Geografis Provinsi NTT yang berbatasan langsung dengan Provinsi Timtim yang tengah bergolak, tugas amat berat dipikul Batalyon Infanteri 743 Kupang.

Dalam suatu operasi di bulan Desember 1975, yang dipimpin Danyon Mayor (Inf) Sukrisno, lima personel batalyon gugur dalam tugas negara itu. Mereka adalah Pelda M Lagawurin, Serma Matheus Mado, Kopda Paulus Bere Mau, Kopda Markus Loe dan Prada I Wayan Rusmadi.

Sedangkan menurut cacatan sejarah Batalyon Infanteri 743, personel yang gugur selama Operasi Seroja sejak tanggal 31-12-1967 sampai 16-5-1977 sebanyak delapan orang.

Komandan Yonif 743/SYB Kupang, Letkol (Inf) Budi Prasetyo, kepada Pos Kupang, Selasa (12/8/2014) siang, menjelaskan, markas Yonif 743/SYB Kupang sering dikunjungi masyarakat  baik pelajar maupun masyarakat umum. Kedatangan mereka yang melakukan kegiatan studi sejarah itu dilayani oleh Yonif setempat.

"Banyak pelajar dan mahasiswa yang datang ke Yonif ini untuk 'belajar' soal sejarah Benteng Concordia. Pintu kami selalu terbuka untuk WNI yang ingin melakukan kegiatan studi sejarah di sini dan memotret bukti sejarah masa lalu. Namun untuk orang asing (WNI) yang ingin masuk ke sini, haruslah ada izin dari pusat," kata Letkol Budi.

Di area Yonif 743/SYB itu terdapat sebuah bunker atau Benteng Concordia serta sebuah kuburan sejarah yang berada di area depan pintu gerbang keluar.

Terdapat pula sejumlah meriam sisa peninggalan Portugis dan VOC yang sudah dipindahkan dari tempat aslinya, semula di belakang Yonif, kini diletakkan di sejumlah area di depan Yonif 743/SYB.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved