Cuaca Buruk di NTT
Rumah, Kantor Camat dan Puskemas di Reok Teredam Banjir
Hujan lebat sepekan yang lalu menggenangi 42 unit rumah warga Dusun Sengari, Kelurahan Baru, Kecamatan Reok,
Laporan Wartawan Pos Kupang, Eugenius Moa
POS KUPANG.COM, REO -- Hujan lebat sepekan yang lalu menggenangi 42 unit rumah warga Dusun Sengari, Kelurahan Baru, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, kantor camat, puskemas rawat inap dan 6,1 hektar lahan sawah yang sedang ditanami di Dusun Wae Manis, Kelurahan Wangkung.
Luapan banjir itu karena empat buah deker di wilayah itu tertutup sampah dan sedimen. Banjir yang mengalir dari anak sungai Watu Baru merendam lokasi sekitarnya.
Air setinggi satu meter lebih dari permukaan ruas jalan Reo-Pelabuhan Kedindi juga memaksa penduduk yang mendiami 35 rumah di Sengari mengungsi di rumah-rumah tetangga yang selamat dari genangan air tersebut sejak Jumat (17/1/2014).
"Saya sudah puluhan tahun tinggal di sini (Sengari). Dari dulu tidak ada banjir seperti ini. Banjir kali ini yang terbesar," kisah Abubakar, warga Sengari.
Wakil Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, S.H, M.H, telah memantau keadaan warganya di lokasi bencana Senin (20/1/2014). Dia minta warga setempat gotong-royong membersihkan saluran yang mampet, sehingga banjir tidak meluap dan menggenangii rumah mereka.
Kamelus juga memerintahkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai, Drs. Anglus Angkat mengerahkan exsavator untuk menggaruk tumpukan sedimen yang menutupi deker dan memperdalam got-got di depan rumah warga.
Keterangan diperoleh Pos Kupang, genangan air di Puskesmas rawat inap Reo, juga memaksa beberapa pasien yang dirawat diungsikan ke pustu terdekat.
"Saya juga sudah minta petugas Puskesmas memeriksa mengobati warga yang sakit," ujar Kepala Dinas Kesehatan Manggarai, dr. Yulianus Weng.*