Mengenal Senam Aerobik 1
Usir Lemak dengan Aerobic
LEMAK di tubuh memang susah dibuang karena memang tubuh kita akan melakukan apa saja untuk mempertahankan lemak itu.
SAAT ini di Kota Kupang sudah ada puluhan sanggar senam, gym alias tempat fitnes dan aerobik yang bermunculan. Dan banyak sekali masyarakat setempat yang sudah menjadi members di tempat-tempat kebugaran itu. Saat mendengar kata aerobik atau fitnes, kebanyakan orang akan membayangkan gerakan senam yang penuh semangat dan juga latihan beban menggunakan berbagai macam alat olahraga. Tujuannya - kata orang - untuk menurunkan berat badan dan membuat tubuh menjadi ideal. Memang benar, namun sebenarnya manfaat aerobik lebih banyak lagi. Mau tahu apa saja manfaatnya? Pos Kupang akan membahasnya untuk Anda mulai minggu ini.
POS-KUPANG.COM --- LEMAK di tubuh memang susah dibuang karena memang tubuh kita akan melakukan apa saja untuk mempertahankan lemak itu agar tetap berada di tempatnya. Pasalnya, tubuh membutuhkan lemak untuk energi, untuk mendukung proses metabolisme.
Tahukah Anda bahwa manusia purba zaman dulu itu tidak punya kemudahan akses mendapatkan makanan kapanpun mereka inginkan, seperti kita. Mereka harus berburu dulu, mengalami kelaparan baru bisa mendapatkan makan.
Maka dari situlah melalui evolusi, manusia akhirnya belajar menyimpan lemak di tubuhnya sebagai mekanisme pertahanan.
Namun meskipun sekarang ini kita mudah mendapatkan makanan, namun tubuh tetap akan menyimpan lemak. Bahkan semakin keras Anda berolahraga atau diet, tubuh pun akan tetap mempertahankan lemaknya agar tak terbuang.
Benarkah? Ya. Karena tubuh Anda akan menciptakan mekanisme metabolisme secara lebih efisien dari sebelumnya. Bagai pepatah mati satu tumbuh seribu itulah cara tubuh tetap mempertankan lemak. Solusinya?
Anda harus meniru metabolisme orang kurus. Orang kurus punya metabolisme cepat, apapun yang dimakannya tidak akan menjadi lemak. Mengacu pada fakta itu, maka jawabannya adalah Anda harus memacu metabolisme Anda layaknya orang kurus.
Bagaimana caranya? Menjadi kurus? Salah! Caranya dengan latihan beban dan aerobik/cardio intensitas tinggi dengan sistem interval.
Aerobik hanyalah salah satu bagian dari latihan cardio. Latihan cardio lainnya selain aerobik adalah treadmill (mesin simulasi untuk jalan dan lari), bersepeda, stationary bike/sepeda gym, StairMaster/StairStepper (simulasi menaiki anak tangga dengan mesin), renang, badminton, tennis, voli, jogging, mendaki gunung, dan banyak lagi lainnya.
Menurut Farida Thalib, instruktur senam profesional di Kota Kupang yang adalah pemilik Ikatan Sanggar Senam Ida Salon dan Model (ISSIS) Kupang, semua olahraga di atas sebenarnya bisa dikategorikan sebagai aerobik.
Prinsipnya, olahraga apa saja yang bisa membuat detak jantung (heart rate/HR) naik ke level yang tidak melebihi kapasitas jantung, maka olahraga itu bisa disamakan dengan aerobik. Bahkan jika Anda bermain golf -asal tidak menggunakan mobil alias berjalan kaki - maka Anda sudah melakukan aerobik.
Karena itu menggerakkan tubuh dengan cepat melalui gerakan senam yang teratur dan sistematis selama waktu tertentu pun sebenarnya merupakan aerobik. Aerobik bisa membakar lemak di tubuh. Tak heran banyak sekali masyarakat dengan tubuh gendut alias 'berlemak' mendaftar sebagai members di tempat gym/aerobik dengan harapan bisa menurunkan berat badannya alias menghilangkan lemak di tubuhnya.
Aerobik adalah latihan cardio. Cardio harus memenuhi tiga unsur utama, yaitu berkesinambungan, ritme, dan aerobik. Agar cardio jadi maksimal, Anda harus menantang tubuh dengan mengubah intensitas kerja aerobik. Intensitas aerobik diukur dengan tiga cara, yaitu detak jantung, tes bicara, dan tanya ke diri sendiri.
Tes jantung Anda dengan meletakkan kedua jari tengah Anda di urat nadi pergelangan tangan, atau di leher dekat tulang rahang, dim ana Anda bisa hitung denyut urat darah Anda per menitnya.
Tes bicara artinya, idealnya Anda bisa ngobrol tanpa harus tersengal-sengal nafasnya saat menjalani aerobik. Tanya pada diri sendiri, seberapa keras aerobik tersebut yang Anda rasakan saat itu?