Sasando Getarkan Havana
Ratusan orang dari berbagai negara memadati Museo Nacional de Bellas Artes dan Instituto Superior de Artes Havana, Cuba
Jenis-jenis Sasando dapat dibedakan dari jumlah senarnya, yaitu Sasando engkel (dengan 28 dawai), Sasando dobel (dengan 56 dawai, atau 84 dawai), Sasando gong atau Sasando haik, dan Sasando biola.
"Sasando telah menggetarkan Havana, dan tenun ikat NTT telah memukau dunia pada malam pentas budaya di Museo Nacional de Bellas Artes dan Instituto Superior de Artes Havana," komentar Dubes Teiseran.
Sebelum di Havana, pertunjukkan Sasando dan Tenun Ikat NTT telah tampil di Chile, Peru, dan Panama. Usai di Havana, pertunjukkan berikutnya akan dilakukan di Mexico dan Ekuador. Kegiatan tersebut terlaksana atas kerjasama enam Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amerika Latin dan Karibia, yaitu KBRI Chili, Peru, Panama, Cuba, Mexico dan Ekuador. "Pertunjukkan musik Sasando di Havana ini adalah yang pertama kalinya. Obsesi saya untuk menghadirkan budaya dari NTT untuk dipentaskan di panggung dunia, kini sudah terwujud. Sasando benar-benar telah menggetarkan Havana, negerinya Fidel Castro," demikian Dubes Foun Cornelis Teiseran. (laurensius molan/antara)


