Kelelahan, Wabup Nagekeo Meninggal di Jalan

Wakil Bupati Nagekeo, Drs. Paulus Kadju meninggal dunia dalam perjalanan dari Ende ke Mbay, Selasa (11/12/2012). Diduga karena karena kelelahan.

Kelelahan, Wabup Nagekeo Meninggal di Jalan
net
Drs. Paulus Kadju
POS-KUPANG.COM, MBAY, PK -- Wakil Bupati Nagekeo, Drs. Paulus Kadju meninggal dunia dalam perjalanan dari Ende ke Mbay, Selasa (11/12/2012). Dia diduga meninggal karena kelelahan.

Menurut informasi yang diperoleh Pos-Kupang.Com, Selasa malam, almarhum  baru saja pulang dinas di Jakarta dan hendak kembali ke Mbay melalui Ende.

Dari Jakarta  dia transit di Denpasar baru ke Ende. Padahal  malam sebelum kembali almarhum kurang istirahat karena mengikuti pertemuan yang berkaitan dengan tugas pemerintahan. 

Masih menurut informasi, meski kurang istirahat, almarhum mandi pagi sebelum berangkat dari Jakarta.

Sampai di Ende,  pada saat istirahat makan di sebuah restoran, almarhum merasa tubuhnya lemas dan meminta sopir pribadi mengantarnya ke dokter praktek terdekat. 

Namun karena di tempat dokter praktek terjadi antrean, almarhum meminta sopirnya untuk pulang dan melanjutkan perjalanan ke Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Dalam perjalanan sampai di Sorowea, antara Nangaroro dan Aegela, kondisi almarhum  rupanya drop dan  meminta sopirnya untuk kembali ke Nangaroro.

Namun belum sempat mendapat pertolongan di Puskesmas Nangaroro, almarhum menghembuskan napas terakhir. Sampai dengan Selasa malam, jenazah almarhum masih disemayamkan di Puskesmas Nangaroro.  

Separuh hidup almarhum dihabiskan sebagai dosen di Universitas Timor Dili, Timor Timur, lalu kembali ke Mbay untuk ikut bersaing sebagai calon wakil bupati dalam Pemilukada Nagekeo tahun 2008. Berpasangan dengan Drs. Yohanes Samping Aoh,  keduanya terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo periode 2008-2013.

Dalam  setahun sisa waktu masa jabatannya bersama Bupati Aoh, almarhum mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan (STKIP) Nusa Bunga Flobamora Floresta yang mulai melaksanakan proses  perkuliahan pada tahun ini dengan 200 mahasiswa.

Almarhum juga yang memperjuangkan berdirinya Akademi Komunitas Teknologi Garam  yang pada Januari 2013 mulai menerima  pendaftaran mahasiswa baru.

Menurut informasi, almarhum baru saja kembali dari Makassar dalam rangka proses pendirian Akademi Teknologi Garam yang pada tahun-tahun awal masih di bawah binaan dan bimbingan Politeknik Negeri Makassar.  

Sumber:
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved