Uskup Weetabula Resmikan Asrama Putri SCMM
WAIKABUBAK, POS-KUPANG.COM --Uskup Weetabula, Mgr. Dr. Edmund Woga, CSsR, meresmikan asrama putri yang dikelola susteran SCMM di Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat (Sumbar). Asrama putri ini dihuni oleh 61 orang.
Peresmian asrama putri susteran SCMM diawali misa yang dipimpin Uskup Weetabula, Mgr. Dr. Edmund Woga, CssR, didampingi Romo Edy, Pr, dan Romo Jeck, Pr, Jumat (8/10/2009). Asrama ini berada di dalam kompleks TKK Santa Ana, atau depan Gereja Santo Petrus dan Paulus Waikabubak.
Uskup Edmund Woga, mengatakan, asrama ini menampung anak-anak sekolah putri yang secara khusus dikelola susteran SCMM Waikabubak. Sebagai bagian dari sebuah hunian sehat dan teratur, hendaknya asrama ini bisa membangun kepribadian penghuninya agar dapat berkembang ke arah yang lebih baik, teratur, terdidik dan memiliki kualitas spiritualitas lebih baik.
Asrama yang dipimpin Suster Ernestia Dondo, SCMM, diharapkan menjadi satu wadah mendidik sikap anak-anak agar hidup secara teratur, rajin, jujur dan membangun kehidupan iman yang sejati. Juga sebagai tempat anak-anak belajar menata hidup teratur, disiplin, sangggup hidup membangun hidup bersama dan menjunjung pergaulan hidup yang sehat.
Kedamaian hidup satu dengan lainnya akan diperoleh dalam hunian ini menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi anak-anak menuju dewasa. Dengan bekal hidup demikian memberi suatu harapan hidup yang baik di masa mendatang.
Dikatakannya, mengelola sebuah asrama yang didalamnya terdapat anak-anak dalam masa perkembangan menuju dewasa, bukanlah pekerjaan mudah. Karena itu dibutuhkan suatu perjuangan bagaimana membangun kepribadian anak-anak dengan baik.
Uskup Edmund juga mengatakan, orang tua yang telah menitipkan anaknya tinggal di asrama itu, bukan berarti akhir dari sebuah tanggungjawab orang tua terhadap perkembangan hidup anak bersangkutan. Peran serta orang membangun dan mendidik anak-anak tetap menjadi tanggung jawab utama orang tua. Karena itu kerjasama orang tua dengan pengasuh asrama hendaknya intensif dilakukan dalam kerangka membangun kepribadian anak-anak ini.
Acara peresmian asrama putri susteran SCMM itu dihadiri Bupati Sumbar, Drs. Julianus Pote Leba, M.Si dan Ketua DPRD Kabupaten Sumbar, Daniel Bili, S.H.
USKUP Weetabula, Mgr. Dr. Edmund Woga, CSsR, dalam kesempatan itu menggalang dana sumbangan bagi korban gempa bumi di Padang, Sumatera Barat, yang menelan korban ribuan jiwa belum lama ini. Umat diminta membantu para korban gempa di Padang.
Uskup Edmund menyampaikan itu saat misa. Ia berharap seluruh umat Katolik di NTT bisa menyumbang sejumlah dana atau bantuan jenis lainnya guna meringankan beban masyarakat Sumatera Barat.
Umat atau seluruh perkumpulan masyarakat Keuskupan Weetabula di Pulau Sumba juga diajak menggalang sumbangan bagi korban gempa bumi. "Sebagai sesama umat hendaknya membangun kebersamaan hidup baik dalam suka maupun dalam duka. Karenanya apa yang dirasakan masyarakat Sumatera Barat seperti yang terjadi sekarang menjadi bagian hidup yang dirasakan seluruh umat negeri ini," kata Uskup Edmund.
Uskup juga meminta dukungan doa demi memulihkan trauma yang sedang dialami korban gempa bumi tersebut. Uskup berharap bantuan dana dan matril lainnya itu bisa terkumpul secepatnya tanggal 18 Oktober 2009 mendatang. Bantuan tersebut akan dikirim ke Sumatera Barat sehingga rakyat Sumatera Barat bisa memanfaatkannya. (pet)