Terungkap Penyebab Kematian Temuan Korban Mayat Tanpa Busana, Begini Hasil Visumnya
Setelah pemeriksaan, polisi akhirnya mengungkap hasil visum dari mayat tanpa busana di Kalimantan Barat (Kalbar) yang diketahui berinisial
POS KUPANG.COM - - Setelah pemeriksaan, polisi akhirnya mengungkap hasil visum dari mayat tanpa busana di Kalimantan Barat (Kalbar) yang diketahui berinisial JS (38).
Dikutip TribunWow.com dari TribunPontianak, Rabu (17/7/2019), dari hasil visum diketahui penyebab meninggalnya JS karena benturan benda keras.
Diketahui, penemuan mayat tanpa busana di Jalan Batuba RT 12 RW 04, Kelurahan Anjongan Melancar, kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, Kalbar pada Selasa (16/7/2019) itu sempat menggerkan warga.
Mayat itu pertama ditemukan oleh warga bernama Dodot (40) , dan kemudian dievakuasi polisi.
Dari hasil visum yang dilakukan di Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Rubini Mempawah dan ditemukan luka robek di kepala korban.
• Intip Peran Bobotoh saat Persib Maung Bandung vs Kalteng Putra, Simak Kata Robert Alberts
• Bhayangkara FC, PSIS, dan PSM Merangkak Naik, Posisi Persib? Ini Jadwal dan Klasemen Liga 1 -9,
• Bojan Malisic Ungkap Rahasia Kemenangan Persib atas Kalteng Putra, Bobotoh
Terdapat dua luka robek dengan ukuran 1-4 centimeter.
Luka robek itu menyebabkan korban mengalami perdarahan secara terus menerus, hingga hipovolemik atau kekurangan darah.
Dokter yang menangani visum mayat JS, dr Sugeng Eko menjelaskan kondisi hipovolemik adalah kondisi darurat yang menyebabkan jantung tidak mampu memasok darah ke seluruh tubuh.
"Untuk tulang tengkorak tidak ada yang patah, kita pastikan sumber pendarahannya dari luka robek di kepala," ucap dr Sugeng Eko, Rabu (17/7/2019).
Ia juga menjelaskan bahwa kemungkinan besar korban tewas karena adanya benturan keras di kepala yang menyebabkan trauma.
Sehingga dugaan sementara kematian korban karena benturan keras.
Korban ditemukan dalam kondisi sudah kaku dan terdapat lebam mayat, namun kondisi tubuh korban belum membusuk.
Aparat kepolisian evakuasi mayat wanita yang ditemukan tewas tanpa busana di pematang sawah, Selasa (16/9/2019). Pernah Jadi Korban Kasus Perkosaan. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ya'M Nurul Anshory)
"Korban diperkirakan sudah meninggal sekitar delapan jam sebelum visum. Karena sudah ada lebam mayat di belakang, dan kaku mayat di sekujur tubuh," ucap dr Sugeng Eko.
Selain itu, dr Sugeng Eko juga menemukan luka lecet pada bagian punggung yang diduga luka gesekan.